Oleh : Kepsek dan Tim Guru SDN Kuin Selatan 6 Banjarmasin
Latar belakang
Program Makan Bergizi (MBG) di SDN Kuin Selatan 6 Banjarmasin mendukung kesehatan dan pertumbuhan peserta didik, namun masih menghasilkan sisa makanan yang berpotensi menjadi limbah dan mencemari lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menginisiasi pemanfaatan limbah organik menjadi ecoenzim yang kemudian diolah menjadi sabun ramah lingkungan. Program ini tidak hanya membantu mengurangi limbah dan penggunaan bahan kimia. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan program sekolah yang mendukung pendidikan lingkungan hidup dan pembentukan karakter peserta didik yang kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Tujuan Program
Program SELOMBA bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik dari sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi produk sabun ramah lingkungan berbasis ecoenzim yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis dan sebagai sarana edukasi bagi peserta didik dalam menerapkan gaya hidup peduli lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa limbah yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomis
Capaian dan Langkah Pelaksanaan Program
Program SELOMBA dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan melalui pembentukan tim, sosialisasi, pengumpulan serta pemilahan limbah organik dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengolahan limbah menjadi ecoenzim, hingga pembuatan sabun ramah lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume limbah organik, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Melalui evaluasi dan pengembangan yang dilakukan secara berkala, Program SELOMBA diharapkan mampu mewujudkan SDN Kuin Selatan 6 Banjarmasin sebagai sekolah yang bersih, sehat, berbudaya lingkungan, serta menjadi contoh pengelolaan limbah organik yang inovatif dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Pendidikan Lingkungan Hidup dan Program Adiwiyata.
Struktur Program
Pelaksanaan Program SELOMBA (Sabun Ecoenzim dari Limbah Organik MBG) dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh warga sekolah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kepala sekolah berperan sebagai penanggung jawab program yang memberikan arahan, dukungan, serta memastikan keberlangsungan kegiatan. Guru bertindak sebagai koordinator dan fasilitator yang mendampingi peserta didik dalam proses pengumpulan limbah organik, pembuatan ecoenzim, hingga pengolahan menjadi sabun ramah lingkungan. Peserta didik berperan sebagai pelaksana utama yang aktif dalam kegiatan pemilahan sampah, proses produksi, serta kampanye kepedulian lingkungan. Tenaga kependidikan dan petugas kebersihan berperan dalam mendukung pengelolaan limbah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Seluruh warga sekolah bekerja sama untuk menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan melalui pelaksanaan program SELOMBA.
Kapasitas Program SELOMBA
Memiliki kapasitas yang didukung oleh sumber daya manusia, sarana prasarana, serta kolaborasi berbagai pihak di lingkungan SDN Kuin Selatan 6 Banjarmasin. Program ini melibatkan kepala sekolah sebagai penanggung jawab, guru sebagai koordinator dan pendamping kegiatan, peserta didik sebagai pelaksana utama, serta tenaga kependidikan dan petugas kebersihan yang mendukung pengelolaan limbah organik. Keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi modal utama dalam pelaksanaan program yang berorientasi pada penguatan karakter peduli lingkungan dan pembelajaran berbasis praktik. Dari sisi sarana dan prasarana, program didukung oleh ketersediaan tempat pengumpulan sampah organik, wadah fermentasi ecoenzim, peralatan pembuatan sabun, serta lingkungan sekolah yang mendukung pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan. Sumber bahan baku berasal dari limbah organik sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersedia secara rutin, sehingga menjamin keberlangsungan proses produksi ecoenzim dan sabun ramah lingkungan.
Rencana Evaluasi
Evaluasi Program SELOMBA dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut dengan melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan pihak terkait. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, pencatatan hasil kegiatan, dan diskusi bersama.
Aspek yang dinilai meliputi pengelolaan limbah organik MBG, keberhasilan fermentasi ecoenzim, kualitas sabun yang dihasilkan, serta peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan perbaikan melalui pendampingan, penyempurnaan prosedur, dan penguatan kerja sama dengan berbagai mitra agar program berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Tantangan Program
Program SELOMBA menghadapi beberapa tantangan, antara lain belum konsistennya kebiasaan warga sekolah dalam memilah sampah organik dan anorganik, serta perlunya peningkatan kesadaran peserta didik dalam mengelola sisa makanan. Proses pembuatan ecoenzim yang memerlukan waktu fermentasi sekitar tiga bulan juga membutuhkan kesabaran dan pemantauan yang berkelanjutan. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, seperti wadah fermentasi dan peralatan pembuatan sabun, menjadi kendala yang memerlukan dukungan berbagai pihak. Tantangan lainnya adalah menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi sabun ecoenzim serta membangun kerja sama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan mitra. Program ini juga perlu terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan dan jiwa inovatif peserta didik agar pengelolaan limbah menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.














