BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kursi baru di SMPN 29 Banjarmasin masih belum terisi penuh meski proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) semua jalur di jenjang SMP telah berakhir pada 18 Juni 2026 lalu.
Ketua Panitia SPBM SMPN 29 Banjarmasin, Mahmudah mengungkapkan dari tiga Rombongan Belajar (Rombel) yang tersedia dengan jumlah penerimaan 96 siswa. Baru ada 89 orang yang mendaftar.
“Jadi kami kekurangan 7 siswa lagi saat proses SPMB online kemarin,” ungkap Mahmudah kepada kalimantanpost.com, Selasa (23/6/2026).
Mengingat masih kekurangan siswa, proses penerimaan di SMPN 29 Banjarmasin akan dilanjutkan secara offline sesuai Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.
Namun sebelum melaksanakan itu, pihaknya melakukan tahapan daftar ulang kepada calon siswa yang telah diterima dari tanggal 22 hingga 24 Juni 2026 lalu.
“Tanggal 25 untuk daftar secara offline bagi siswa yang tertolak di sekolah pilihan pertama mereka. Nanti dilihat lagi, apakah jumlah siswa berkurang lagi atau tetap karena akan berpengaruh pada kouta penerimaan,” kata Mahmudah.
Adapun selama dua hari daftar ulang berlangsung lanjutnya, terdata sudah ada 65 orang siswa yang melakukan pendaftaran ulang.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, meski sempat mengalami kekurangan calon siswa saat proses SPMB. Namun rombel tetap terpenuhi pada akhirnya.
“Jadi pada saat pendaftaran terakhir ke sekolah langsung itu, kouta yang sempat kekurangan pasti terpenuhi karena memang jumlahnya hanya satu dua saja ya hitungan jari,” terangnya.
Ia menjelaskan salah satu penyebab jumlah siswa terus mengalami kekurangan karena titik fokus pendaftar yang terpecah karena banyaknya sekolah di wilayah tersebut.
Selain itu, SMPN 29 Banjarmasin juga harus bersaing dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan pesantren yang berada di wilayah yang sama. Belum lagi, sekarang jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut mulai berkurang.
“Jadi sangat wajar jika terjadi kekurangan siswa saat pendaftaran karena jumlah anak usia sekolah berkurang. Terus terpecah mereka mendaftar kemana-mana, meski sekarang aturannya menyesuaikan zonasi,” tuturnya.
Di sisi lain, tak dipungkirinya kebanyakan siswa yang mendaftar merupakan warga kabupaten tetangga karena memang letak sekolah berada di perbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
“Orang tua memilih mendaftarkan kesini karena dianggap lebih dekat jika dibandingkan sekolah di wilayahnya Batola itu terlalu jauh,” terangnya.
Adapun dalam tahapan daftar ulang ini, terpantau stabil di hari kedua ini. Menurutnya kepadatan pendaftar di SMPN 29 Banjarmasin akan terjadi pada hari terakhir nanti, dimana sebelumnya hari pertama sempat membludak.
“Kalau hari kedua ini santai saja, tapi nanti membludak lagi di hari terakhir,” tutupnya (ham/KPO-3).















