Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kasus ISPA di Banjarmasin Menurun di Tengah Kabut Asap, Ancaman Kesehatan Belum Reda

×

Kasus ISPA di Banjarmasin Menurun di Tengah Kabut Asap, Ancaman Kesehatan Belum Reda

Sebarkan artikel ini
IMG 20260813 WA0000
Kabut asap. (Kalimantanpost.com/klikdokter.com)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami penurunan di Juli 2026 lalu. Sebelumnya kasus sempat mengalami lonjakan signifikan akibat adanya kabut asap yang dipicu Kebakaran Hutan dan lahan (Karhatula) di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah mengatakan jumlah kasus penyakit tersebut turun dari angka 1.484 kasus pada Juni menjadi 1.300 kasus di bulan Juli.

Kalimantan Post

“Jadi ada penurunan dari bulan Juni ke Juli, kalau Agustus datanya masih berjalan. Walau terbilang aman. Tetap kita harus waspada,” kata Yanuar, Rabu (12/8/2026).

Meski mengalami penurunan, menurut Yanuar angka kasus terakhir itu masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelum memasuki musim kemarau.

Dijelaskannya, musim kemarau ini menjadi salah satu faktor yang memicu penyakit ISPA karena kondisi udara yang kering, peningkatan debu jalanan, serta polusi udara yang melayang lebih mudah di atmosfer hingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Di samping memang kondisi karhutla yang mudah terjadi selama musim kemarau hingga berpotensi melonjaknya kasus ISPA akibat kabut asap.

Ia menambahkan, Kota Banjarmasin sendiri saat ini memang tidak terjadi karhutla seperti daerah-daerah lain. Namun kabut asap yang dirasakan masyarakat kota merupakan kiriman kabupaten tetangga seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Barito Kuala (Batola).

“Kasus ISPA pada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Makanya kebanyakan kasus itu terjadi pada orang dewasa karena aktivitas tinggi di luar rumah pada saat kemarau dan adanya kabut asap,” jelasnya.

Seiring dengan itu, Yanuar mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Terlebih, kabut asap kiriman masih terus terjadi saat ini hingga perlu diwaspadai dan diantisipasi.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin Diluruskan, Sekolah Sebut Salah Paham

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan makanan bergizi, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap muncul.

“Makan makanan bergizi, pakai masker saat ke luar rumah, kurangi beraktivitas di luar rumah apabila terjadi kabut asap,” imbau Yanuar.

Di sisi lain, seluruh fasilitas kesehatan yang ada sudah disiagakan. Sebelumnya Dinkes Kota Banjarmasin juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebulan lalu kepada puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dini dalam menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan kasus ISPA.

“Sudah kita siagakan supaya masyarakat mudah untuk mendapat pertolongan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (ham/KPO-3)

Iklan
Iklan