Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Kesal Listrik Padam Bergilir Berulang, Warga Geruduk Kantor PLN UP3 Banjarmasin

×

Kesal Listrik Padam Bergilir Berulang, Warga Geruduk Kantor PLN UP3 Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260728 WA0021 e1785215880743
KELUHAN - Sandrarini sampaikan keluhannya terhadap pemadaman listrik bergilir dihadapan manajemen PLN UP3 Banjarmasin bersama massa lain. (Kalimantanpost.com/hamdi)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Puluhan warga mendatangi Kantor PLN UP3 Banjarmasin, sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir pada Selasa (28/7/2026) pagi.

Kedatangan warga ini dipicu rasa kecewa karena pemadaman listrik bergilir yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari hingga berdampak pada usaha dan pekerjaan mereka.

Kalimantan Post

Terpantau di lokasi, warga bergantian menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada petugas dan meminta pihak PLN memberikan penjelasan mengenai penyebab, kepastian jadwal pemadaman hingga kepastian kapan berakhirnya gangguan listrik tersebut.

Di sisi lain, aksi massa ini turut mencuri perhatian para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Bahkan sampai ada yang ikut bergabung menyampaikan kekesalan terhadap persoalan pemadaman listrik tersebut.

Seperti Sandrarini yang awalnya melihat ramai-ramai di depan Kantor PLN UP3 Banjarmasin membuat dirinya tertarik untuk mendekat.

“Saya tidak ikut dari awal, saya cuman lewat kebetulan ada demo. Jadi ikut karena saya kepengen mengutarakan apa yang saya rasa selama pemadam listrik ini,” ungkap Sandrarini kepada jurnalis Kalimantanpost.com di sela-sela aksi.

Sandrarini mengatakan pemadaman listrik bergilir ini sangat merugikan masyarakat. Apalagi terjadi setiap hari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi cukup lama.

Sebagai pelaku usaha rumahan yang banyak menggunakan listrik. Tentunya pemadaman listrik yang terjadi secara berulang ini cukup membuat menghambat usahanya.

“Kemarin saja saya mau masakan orang selamatan haul, blender tidak bisa nyala. Saya mau ke pasar giling bumbu mati lampu juga. Coba bayangkan kalau diulek dengan berapa kilogram bawang, cabai dan segalanya. Apa tidak sengklek itu bahu,” tuturnya.

Menurutnya kerugian yang dirasakan tidak hanya semata-mata material saja. Namun rugi waktu dan tenaga jika gangguan listrik ini akan terus terjadi dalam waktu panjang.

Baca Juga :  Lurah Pemurus Baru Salahkan Data Bulog dan Dinsos tak Singkron, Sebabkan Bansos tidak Tepat Sasaran

Tidak hanya berdampak pada pelaku usaha yang merugi. Bahkan ibu rumah tangga ikut kebingungan karena cukup terhambat untuk aktivitas sehari-hari dengan padamnya listrik ini.

“Anak mau sekolah, tapi malam padam. Kita setrika baju tidak bisa. Ibu-ibu sekitar rumah saya juga mengeluh dan merasa dirugikan,” kesalnya.

Di samping itu, ia juga mempertanyakan pemadaman listrik seperti tidak merata karena ada beberapa wilayah tertentu tidak kena jadwal pemadaman listrik tersebut.

“Coba lihat di daerah-daerah yang elit ke atas tidak ada pemadaman. Harusnya adil, jangan di daerah tertentu saja, semua merata harusnya,” pungkasnya. (ham/KPO-4).

Iklan
Iklan