Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Waspada Racun di Piring Anak Sekolah

×

Waspada Racun di Piring Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

SPPG Kalsel Dipersenjatai ‘Rapid Test Kit’ Pangan

racun

Banjarbaru, KP — Waspada racun di piring anak sekolah.

SPPG Kalsel kini dipersenjatai ‘Rapid Test Kit’ Pangan

Kalimantan Post

Pemerintah Provinsi Kalsel bergerak cepat mengantisipasi risiko cemaran zat berbahaya dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pemerintah daerah resmi mempersenjatai petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan kemampuan uji cepat (Rapid Test Kit) untuk menyaring bahan pangan segar maupun olahan dari ancaman formalin hingga residu pestisida.

Langkah taktis ikukuhkan dalam agenda Sosialisasi Penggunaan Rapid Test Kit Pangan Segar Asal Tumbuhan dan Pangan Olahan.

Langkah ini diambil demi memastikan rantai pasok makanan anak sekolah di Kalsel steril dari zat beracun.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, yang diwakili Sekretaris Dinas, Saptono, menegaskan bahwa kesuksesan program prioritas nasional ini tidak boleh dinodai oleh buruknya penjaminan mutu makanan di lapangan.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas konsumsi dan keamanan pangan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk bersama Badan Gizi Nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kalse;,” ujar Saptono.

Saptono memaparkan, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menyediakan porsi makanan bergizi, melainkan memastikan hidangan yang sampai ke meja anak sekolah benar-benar bebas dari kontaminasi visual maupun kimiawi.

Terlebih, pola konsumsi anak usia sekolah di wilayah tersebut dinilai masih rentan akibat tingginya paparan jajanan kurang sehat dan makanan siap saji.

Di sinilah SPPG memegang kendali krusial.

Sebagai garda depan yang memproduksi dan mendistribusikan makanan, para petugas kini dilatih untuk melakukan deteksi dini (early warning system) secara mandiri.

Menggunakan Rapid Test Kit, petugas dapat langsung mengidentifikasi kandungan berbahaya seperti boraks, formalin, hingga residu pestisida pada bahan baku sebelum diolah.

Baca Juga :  ESDM Kalsel Minta Maaf Oknum ANS Terseret Dugaan Tindak Pidana Pungli

“Pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas SPPG dalam melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan secara mandiri sehingga kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga,” jelas Saptono.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel mengingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun dalam mengelola bahan makanan dapat berakibat fatal pada kesehatan anak-anak.

Karena itu, standardisasi baku wajib diterapkan dari hulu ke hilir. (*/K-2)

Iklan
Iklan