Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
EkonomiHukum & Peristiwa

41 Jemaah Umrah HST Gagal Berangkat, FK PATUH Kalsel: Jangan Tergiur Harga Murah

×

41 Jemaah Umrah HST Gagal Berangkat, FK PATUH Kalsel: Jangan Tergiur Harga Murah

Sebarkan artikel ini
6a34f519f2f19
Ilustrasi jemaah umroh gagal berangkat ke Tanah Suci. (KP/Repro Net)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com- Heboh pemberitaan yang mengabarkan sebanyak 41 calon jemaah umrah asal Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan gagal berangkat setelah mempercayakan keberangkatan mereka ke Tanah Suci melalui Travel Hijaz Safar. Bahkan, sebagian calon jemaah sudah tiba di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Senin (20/7/2026).

Informasi dihimpun, calon jemaah tak mendapatkan tiket pesawat maupun paspor. Padahal mereka sudah membayar Rp27,5 juta per orang untuk bisa berangkat ke Baitullah. Dengan perhitungan satu orang Rp 27,5 juta, kerugian yang dialami jemaah mencapai sekitar Rp1,1 miliar lebih.

Kalimantan Post

Persoalan bermula saat para jemaah mendaftar melalui penyelenggara umrah yang dikelola Hj F di Jalan H Abdul Muis Ridhani, Barabai, HST, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, jemaah didaftarkan ke Travel Hijaz Safar yang dipimpin S di Desa Paya Besar, Batu Benawa. Mereka memilih paket umrah selama 18 hari. Setelah semua lunas, jemaah mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan, karena beberapa kali terjadi perubahan jadwal. Pihak travel juga tidak memberikan kepastian.

Namun, sudah empat sampai lima kali jadwal terus menerus berubah, dan tidak ada kejelasan kapan jemaah benar-benar akan diberangkatkan.

Hingga pada hari Senin itulah, sebanyak 41 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat justru menerima pemberitahuan bahwa keberangkatan dibatalkan. Sontak, pembatalan tersebut membuat seluruh rombongan sangat kecewa. Apalagi sebagian jemaah yang sudah mengenakan seragam travel terlanjur berada di bandara dan bersiap untuk berangkat.

“Kami ini supan, rasa ditapas urang di muha. Jaka dipadahi kada jadi tulak kadapapa, hakun aja kami kada tatulak. (Kami malu, rasanya seperti dicuci orang di wajah. Seandainya dari awal diberitahu tidak jadi berangkat tidak apa-apa, mau saja kami tidak berangkat),” tutur salah satu jemaah, dari video yang beredar di media sosial.

Baca Juga :  KADIN Banjarmasin Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Gratis dan Festival Rakyat, Libatkan 40 UMKM

Dihubungi terpisah, Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Travel, Umrah dan Haji Khusus (FK PATUH) Kalimantan Selatan, H Saridi Salimin mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“Berita yang sangat menghebohkan itu terjadi di Bandar Udara International Syamsudin Noor tanggal 20Juli 2026 lalu, yaitu kegagalan keberangkatan umroh sebanyak 41 jemaah yang berasal dari Hulu Sungai Tengah,” ungkap Saridi, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, para jemaah tersebut menggunakan biro jasa PT. HS yang notabene belum mempunyai perijinan resmi dari Kementerian Agama (Kementerian Haji dan Umroh). Dimana secara aturan ini menyalahi UU Umroh dan Haji No. 8 Tahun 2029 dan diperbaharui UU No. 14 Tahun 2024.

“Menurut data yang kami dapatkan, di PT HS sebagai direktur adalah saudara H. AAA dan sebagai Komisaris saudara H S yang berdomisili di Hulu Sungai Tengah,” bebernya.

Lantas, kenapa saat ini banyak masyarakat masih bisa tertipu? Menurut Saridi, karena masih banyak masyarakat mencari harga umroh yang murah. Padahal dengan harga seperti yang ditawarkan PT HS tadi, yakni Rp27,5 juta, itu tidak masuk akal. Dan pasti akan ada jemaah menjadi korban.

“Kemudian, pemasarannya sangat masif, bahwa saudara S ini selalu menawarkan ke agen-agen di salah satu kantor pemerintah di Kalimantan Selatan, sehingga korban sangat meyakini apa yang mereka tawarkan,” katanya.

Saridi menambahkan, hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama dan keprihatinan yang mendalam, mengapa bisnis yang berbau ibadah ini selalu memakan korban. Dan dari hari ke hari selalu terulang.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat luas agar selalu berhati-hati dengan adanya tawaran harga umroh yang sangat murah, namun ujung-ujungnya jemaah tidak jadi berangkat ke Tanah Suci.

“Menurut pengamatan kami, ada beberapa travel umroh di Kalsel ini yang masih membandel dengan menawarkan harga jauh di bawah modal dan harga normal. Ini ke depan pasti akan merugikan masyarakat Kalsel. Dan perlu hati-hati dengan travel yang berasal dari luar Kalimantan Selatan. Karena kadang tidak sedikit travel tersebut selalu hit and run,” tandasnya.

Baca Juga :  Perdagangan Bayi Usia 10 Hari Terungkap

Agar masyarakat tak mudah tergiur dan tertipu, Saridi memberikan tips dalam memilih Travel Umroh dan Haji, yakni dengan memastikan semua Travel Umroh dan Haji tersebut memiliki 6 PASTI UMROH.

  1. PASTIKAN Travel Umrohnya Berijin Resmi dari Pemerintah RI
  2. PASTIKAN Tiket Pesawat dan Jadwal Keberangkatannya.
  3. PASTIKAN Harga dan Paket Layanannya
  4. PASTIKAN Akomodasi Selama Berada di Arab Saudi
  5. PASTIKAN Visanya, Cek sebelum keberangkatan
  6. PASTIKAN Tour Leadernya Bersertifikat BNSP (Badan Standart Nasional Pendidikan) Untuk menjamin Kualitas Pendampingannya.

“Jadi, jemaah jangan mengejar harga murahnya saja, tetapi harus mencari sesuai kebutuhannya. Selanjutnya, dikarenakan ini untuk ibadah, saran kami janganlah terlalu menawar, soalnya ini semua kan untuk kepentingan jemaah itu sendiri. Kebanyakan jemaah ini terlalu hitung-hitungan dan pengen menang sendiri, yang akhirnya jemaah tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tutupnya. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan