BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Semangat mengenal pajak dan membangun masa depan Indonesia bergema serentak dari ruang-ruang kelas di seluruh Indonesia melalui Pajak Bertutur 2026, Kamis (3/9/2026). Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan sekaligus rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, semangat yang sama hadir di 18 satuan pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kanwil DJP Kalselteng bersama KPP dan KP2KP tersebut diikuti sedikitnya 1.167 peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pajak Bertutur 2026 di wilayah Kalselteng tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan pajak
kepada generasi muda, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak para pelajar memahami pajak merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan salah satu energi yang
menopang pembangunan Indonesia.
Tetap Bertutur di Tengah Tantangan Karhutla
Pelaksanaan Pajak Bertutur tahun ini memiliki cerita tersendiri di wilayah Kalimantan Tengah.
Kondisi sejumlah daerah yang masih terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat pelaksanaan kegiatan harus menyesuaikan keadaan di lapangan.
Sebagian kegiatan dilaksanakan secara luring dengan memperhatikan kondisi dan kenyamanan peserta, sementara pada wilayah tertentu pelaksanaan dilakukan secara daring. Penyesuaian metode tersebut menjadi bentuk komitmen DJP agar edukasi perpajakan tetap dapat
menjangkau generasi muda tanpa mengabaikan kondisi dan keselamatan masyarakat di daerah.
“Pajak Bertutur bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan pajak kepada siswa. Ini adalah
bagian dari upaya kita menanamkan kesadaran bahwa mereka adalah generasi yang kelak akan meneruskan pembangunan Indonesia. Karena itu, dalam kondisi apa pun, edukasi harus tetap
hadir dengan cara yang menyesuaikan keadaan di masing-masing daerah,” ujar Anton Budhi Setiawan, Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.
Menurut Anton, teknologi juga menjadi jembatan ketika pertemuan secara langsung belum memungkinkan.
“Di beberapa wilayah Kalimantan Tengah, kondisi karhutla membuat kita harus lebih adaptif. Ketika belum memungkinkan untuk berkumpul secara langsung, teknologi menjadi jembatan agar semangat Pajak Bertutur tetap tersampaikan. Yang terpenting adalah pesan edukasinya
sampai kepada generasi muda dengan tetap memperhatikan kondisi daerah masing-masing,”
lanjutnya.
Mengenalkan Pajak dengan Bahasa Generasi Muda
Pajak Bertutur 2026 dirancang sebagai kegiatan edukasi yang disesuaikan dengan jenjang
pendidikan peserta. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada definisi pajak, tetapi diajak
memahami hubungan pajak dengan pembangunan dan kehidupan mereka sehari-hari.
Pada jenjang SMP, misalnya, peserta diperkenalkan pada APBN, sumber pendapatan negara, peran pajak dalam pembangunan, hingga aksi nyata yang dapat dilakukan pelajar.
Mereka didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjadi generasi terdidik dan jujur, menyebarkan kesadaran pajak, mengingatkan orang tua untuk memenuhi kewajiban perpajakan, serta memahami pajak turut mendukung pembangunan Indonesia.
Sementara itu, peserta SMA diajak melihat dirinya sebagai energi generasi juara dengan
memaksimalkan fasilitas yang tersedia melalui prestasi, merawat fasilitas publik, menjadi teladan bagi lingkungan, serta mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita dan berkarya bagi Indonesia.
Peserta perguruan tinggi bahkan didorong untuk menjadi agen perubahan dan role model
kepatuhan pajak di masyarakat serta mempersiapkan diri sebagai bagian dari tulang punggung negara.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat besar Pajak Bertutur 2026 bahwa juara tidak lahir dari
ruang hampa. Ada lingkungan, kesempatan, fasilitas, dan berbagai bentuk dukungan yang
menjadi energi bagi generasi muda untuk tumbuh dan berprestasi.
Dari 20 Sekolah, Satu Semangat
Semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pajak Bertutur di berbagai daerah di
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, meliputi:
A. Provinsi Kalimantan Selatan
- Kanwil DJP Kalselteng dan KPP Madya Banjarmasin di SMPN 1 Banjarmasin 90 siswa;
- KPP Pratama Banjarmasin dan KP2KP Marabahan di SMAN 1 Alalak 75 siswa;
- KPP Pratama Banjarbaru di SMAN 2 Banjarbaru 71 siswa;
- KP2KP Martapura di SMAN 1 Karang Intan, Kab. Banjar 40 siswa;
- KP2KP Pelaihari di SMAN 1 Pelaihari 60 siswa;
- KPP Pratama Barabai di SMPN 1 Hulu Sungai Tengah 50 siswa;
- KP2KP Kandangan di SMKN 1 Loksado 30 siswa;
- KP2KP Rantau di SDN Rangdamalingkung I Rantau 30 siswa;
- KPP Pratama Batulicin di SMKN 1 Simpang Empat 70 siswa;
- KP2KP Kotabaru di SMKN 1 Kotabaru 71 siswa; dan
- KPP Pratama Tanjung, KP2KP Amuntai, dan KP2KP Paringin di SMKN 1 Amuntai 153
siswa.
B. Provinsi Kalimantan Tengah
- KPP Pratama Palangka Raya, KP2KP Kuala Kapuas, KP2KP Kuala Kurun, dan KP2KP
Pulang Pisau di SMAN 3 Palangka Raya 40 siswa; - KPP Pratama Sampit, KP2KP Kasongan, dan KP2KP Kuala Pembuang di SMPN 1
Katingan Tengah 90 siswa; - KPP Pratama Pangkalan Bun di SMPN 1 Sungai Arut 30 siswa;
- KP2KP Nanga Bulik di SMPN 1 Bulik 30 siswa;
- KP2KP Sukamara di SMPN 1 Sukamara 35 siswa;
- KPP Pratama Muara Teweh di SMP Santa Maria Muara Teweh 87 siswa;
- KP2KP Tamiang Layang di MAN Barito Timur 33 siswa;
- KP2KP Buntok di STIE Dahani Dahanai 32 siswa;
- KP2KP Puruk Cahu di MIS Karya Pembangunan 50 siswa
Pelaksanaan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya kolaborasi antarunit kerja DJP dalam menghadirkan edukasi perpajakan ke satuan pendidikan.
Dalam ketentuan Pajak Bertutur 2026, kegiatan di tingkat Kanwil, KPP, dan KP2KP dilaksanakan pada 3 September 2026 di wilayah kerja masing-masing, dengan kegiatan utama berupa mengajar di kelas serta mengikuti sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa”.
Ketika Dirjen Pajak Menyapa Para Pelajar
Salah satu momen yang meninggalkan kesan mendalam bagi peserta Pajak Bertutur di
Kalimantan Tengah terjadi di SMPN 1 Katingan Tengah.
Dua siswi kelas IX, Yohana Tenalema Panyat dan Wiona Aurelita Green, mengikuti kegiatan dengan antusias. Bagi keduanya, Pajak Bertutur bukan hanya kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai pajak, tetapi juga pengalaman membanggakan karena dapat mengikuti sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” melalui Zoom dengan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.
“Saya sangat senang bisa mengikuti Pajak Bertutur. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang pajak dan bagaimana pajak berkaitan dengan pembangunan negara. Saya juga bangga karena bisa mengikuti kegiatan bersama pelajar dari berbagai daerah,” ujar Yohana.
Senada dengan Yohana, Wiona mengaku sangat antusias ketika mengetahui peserta dari
daerahnya dapat terhubung secara langsung melalui Zoom dengan Direktur Jenderal Pajak.
“Bagi saya, pengalaman yang paling berkesan adalah bisa mengikuti kegiatan ini dan melalui Zoom dapat mengenal Bapak Dirjen Pajak. Rasanya bangga sekali karena kami yang berada di Katingan Tengah juga bisa ikut dalam kegiatan yang diikuti bersama-sama dari berbagai daerah di Indonesia,” tutur Wiona.
Pengalaman Yohana dan Wiona menjadi gambaran teknologi dapat memperluas ruang belajar sekaligus menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi pelajar, bahkan dari daerah
yang menghadapi keterbatasan untuk melaksanakan kegiatan secara langsung.
Sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” sendiri merupakan bagian resmi dari rangkaian Pajak Bertutur 2026 dan diikuti seluruh peserta Pajak Bertutur, termasuk peserta yang mengikuti kegiatan dari unit-unit vertikal DJP secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.
Menyalakan Energi Generasi Juara
Anton Budhi Setiawan menilai pengalaman yang diperoleh para peserta hari ini diharapkan tidak
berhenti ketika kegiatan Pajak Bertutur selesai.
“Kami berharap satu hari mengenal pajak hari ini dapat menjadi awal dari kebanggaan yang tumbuh dalam diri mereka sebagai warga negara. Kesadaran pajak tidak dibangun dalam satu hari, tetapi ditanamkan sedikit demi sedikit sejak mereka mengenal bagaimana negara bekerja
dan bagaimana setiap warga memiliki peran dalam pembangunan,” kata Anton.
Ia menambahkan generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan
Indonesia.
“Mereka adalah generasi yang akan mengisi Indonesia di masa depan. Karena itu, menjadi
generasi juara bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang integritas, kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran untuk memberikan kontribusi bagi bangsa. Salah satu energi yang menopang perjalanan itu adalah pajak. Pajak kita, energi generasi juara,” katanya.
Melalui Pajak Bertutur 2026, DJP berharap kesadaran pajak dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter generasi muda Indonesia. Bukan semata-mata karena mereka kelak akan menjadi wajib pajak, tetapi karena sejak hari ini mereka dapat memahami bahwa pembangunan adalah hasil kontribusi bersama.
Dari Banjarmasin hingga Katingan Tengah, dari Sukamara hingga Kotabaru, dari ruang kelas hingga ruang virtual, pesan yang sama disampaikan: Pajak bukan sekadar angka. Pajak adalah energi untuk membangun masa depan. (ful/KPO-3)















