Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

PLN jadi “Tumpukan Resah” Warga dan Sorotan Pejabat

×

PLN jadi “Tumpukan Resah” Warga dan Sorotan Pejabat

Sebarkan artikel ini
1 utama 3 klm 12 cm pln

Ditelpon Gubernur Kalsel dan Disambangi Sekda Banjarmasin

Masyarakat berhak mendapat pelayanan kelistrikan yang lebih bagus lagi ke depan.

Kalimantan Post

BANJARMASIN, KP – PT PLN jadi “tumpukan resah” warga dan sorotan pejabat serta pihak lainnya dengan terus pemadaman bergilir dan beruntun.

Sebelunnya juga dipanggil DPRD Kalsel dan ad ajanji mengurangi durasi pemadaman serta lainnya.

Sempat reda, namun pemadaman listrik bergilir kembali terjadi.

Bahkan dengan durasi cukup lama hingga lima jam lebih.

Tentunya kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat

Bahkan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, konfirmasi langsung kepada General Manager PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-teng).

Ia menelepon langsung Senin (27/7).

“Saya sudah berkomunikasi dengan General Manager PLN Kalselteng.

Dari hasil komunikasi tadi, beliau menyampaikan bahwa saat ini ada kerusakan di Kalimantan Tengah, tepatnya kebocoran boiler di PLTU Muara Teweh.

Di daerah tersebut memang terdapat PLTU terbesar,” ujar Muhidin.

Selain itu, kerusakan juga terjadi di Pembangkit Asam-Asam.

“Di Asam-Asam juga ada kerusakan, yakni pada generator,” tambahnya.

Menurut informasi dari pihak PLN, perbaikan ditargetkan selesai dan sistem kelistrikan Kalselteng kembali normal pada awal Agustus 2026.

“Insya Allah dari komunikasi tadi dipastikan pada awal Agustus 2026 akan normal kembali,” kata Muhidin.

Ia juga mengakui pemadaman bergilir turut dirasakan di kediamannya.

“Diakui, padam bergiliran ini di tempat saya sendiri pun terjadi, bahkan sampai beberapa jam.

Tapi kita masih menggunakan genset,” ucapnya.

Muhidin meminta warga bersabar dan bersama-sama berdoa agar gangguan segera teratasi.

“Saya berharap kepada masyarakat Kalimantan Selatan bersabar sebentar dulu.

Mudah-mudahan kita berdoa, dan di awal Agustus 2026 ini sudah baik seperti biasa,” pungkasnya.

Menindaklanjuti Keluhan

Hal sama menindaklanjuti keluhan masyarakat kota tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrome Muftezar menemui langsung Manager PLN UP3 Banjarmasin.

Baca Juga :  Anggaran PUPR Kalsel Anjlok 800 Miliar

“Atas instruksi Pak Wali Kota saya menindaklanjuti banyaknya DM dan pesan WhatsApp yang diterima pimpinan terhadap keluhan pemadaman listrik ini,” kata Tezar sapaan akrabnya usai menemui Manager PLN UP3 Banjarmasin langsung di Kantor PT PLN UP3, Senin (27/7).

Berdasarkan hasil pertemuan itu lanjut Tezar, PLN UP3 Banjarmasin menyampaikan kendala utama mereka ada pada pembangkit listrik.

Terlebih, aliran listrik di wilayah Kota Banjarmasin hanya distribusi dari sistem kelistrikan PT PLN melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng).

“Disampaikan pak Yanuar, Insya Allah di hari Rabu ini dan paling lambat Sabtu ada pengurangan durasi pemadaman. Biasanya 5-6 jam yang kemungkinan bisa dikurangi hingga 3 jam,” ungkap Tezar.

Tidak sampai disitu, pada Minggu kedua bulan Agustus itu nanti tepat pada tanggal 5 nanti.

Statusnya tidak ada lagi pemadaman listrtik. Namun tetap dalam kondisi siaga.

“Jadi bila ada pemadaman itu akan langsung ditangani PLN dan kami berharap pemadaman bergilir segera berakhir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapat pelayanan kelistrikan yang lebih bagus lagi ke depan.

Hingga sudah seharusnya penanganan terhadap kendala yang dihadapi PLN bisa segera tuntas agar kerugian yang dirasakan masyarakat selama pemadaman listrtik tak berlangsung lama.

Ia juga berpesan terhadap manajemen PLN akan pentingnya penyampaian informasi terbuka, penyebab, wilayah terdampak serta estimasi waktu pemulihan agar masyarakat bisa lebih bersiap.

“Beberapa ini yang diminta Pak Wali untuk kami sampaikan ke PLN,” akhirnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Banjarmasin Yanuar beralasan terjadinya pemadaman listrik bergilir kembali karena adanya problem daya pasokan yang berkurang.

Hingga terpaksa memberlakukan manajemen beban atau padam bergilir untuk mengurangi dampak apabila terjadi hal-hal tidak diinginkan.

“Jika dipaksakan durasi pendek, maka bisa padam serentak dan penormalannya lama sekali.

Baca Juga :  Menindaklanjuti Keluhan Warga Terhadap Pemadaman Listrik Kembali, Sekda Banjarmasin Temui Langsung Manager PLN

Paling cepat 15 sampai 24 jam. Hingga kita terapkan pemadaman listrik bergilir ini,” tutur Yanuar.

Solusi ini juga terpaksa diambil lanjut Yanuar, menghindari adanya pemadaman listrik secara berulang dalam 24 jam.

Tidak hanya daya pasokan yang kurang, berdasarkan informasi dari tim pembangkit.

Saat ini pembangkit listrik memang dalam kondisi masa pemeliharaan dan gangguan.

“Perbaikan itu sendiri sudah terus dikerahkan semua sumber daya yang ada. Di Minggu kedua Insya Allah diusahakan tidak padam dengan kondisi siaga. Kecuali ada gangguan tiba-tiba,” pungkasnya.

Sementara itu pula, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan terjadi akibat gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Kondisi tersebut mengakibatkan terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung,” jelas Iwan dalam keterangan resminya.

PLN bersama seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, terus mempercepat proses pemulihan dengan mengerahkan personel serta sumber daya terbaik agar seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi.

PLN juga mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan listrik hemat energi.

Menurut PLN, partisipasi masyarakat dalam menghemat konsumsi listrik selama masa pemulihan akan membantu menjaga kestabilan sistem hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi normal. Perkembangan proses pemulihan akan terus disampaikan melalui kanal resmi PLN. (mns/ham/nug/K-2)

Iklan
Iklan