Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Akses Mantuil Kembali Normal, Jembatan Sementara Saka Harang Rampung

×

Akses Mantuil Kembali Normal, Jembatan Sementara Saka Harang Rampung

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 WA0031 e1788421203170
JEMBATAN - Jembatan Bailey Bridge yang merupakan akses penghubung warga Mantuil rampung dibangun. (Kalimantanpost.com/ReproDiskominfotik).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Warga kawasan Mantuil kini kembali dapat melintas dengan lebih mudah setelah Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menyelesaikan pembangunan jembatan sementara Saka Harang.

Jembatan yang sempat terputus pada Minggu (30/8/2026) tersebut telah rampung dibangun jembatan darurat pada Rabu (2/9/2026) sore, atau hanya dalam waktu tiga hari sejak pekerjaan dimulai.

Kalimantan Post

Pengerjaan jembatan sementara dilakukan mulai Senin pagi (31/8/2026). Setelah dinyatakan selesai 100 persen, akses kembali dibuka untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga mobilitas masyarakat yang sebelumnya terkendala dapat kembali berjalan.

Penyelesaian pekerjaan tersebut ditinjau langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Rabu (2/9/2026).

Tezar sapaan akrabnya datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya dan Dandim 1007/Banjarmasin untuk melihat kondisi jembatan di lokasi.

Pemulihan akses ini menjadi langkah cepat pemerintah dalam mengatasi gangguan konektivitas warga akibat putusnya Jembatan Saka Harang. Jembatan yang saat ini digunakan merupakan konstruksi sementara dengan jenis Bailey bridge dan belum menjadi solusi untuk kebutuhan jangka panjang.

Pemko Banjarmasin juga telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen sebagai penanganan lanjutan. Pembangunan tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027.

Ia menyampaikan bahwa beroperasinya kembali jembatan sementara menjadi kabar baik bagi masyarakat Mantuil yang selama beberapa hari harus menghadapi keterbatasan akses.

“Alhamdulillah, hari ini jembatan sementara Saka Harang sudah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Mudah-mudahan jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar aktivitas warga kembali berjalan normal,” kata Tezar.

Jembatan sementara tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan batas kapasitas maksimal lima ton. Pemko Banjarmasin mengingatkan pengguna kendaraan, terutama yang membawa muatan, untuk mematuhi batas tersebut demi keselamatan dan menjaga kondisi konstruksi.

“Kalau memang ada muatan di dalam mobil atau truk, tolong jangan melebihi lima ton. Kita sama-sama menjaga jembatan ini karena beban berlebih dapat memperpendek usia jembatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Mengatasi Penyakit Ispa, Polsek Banjarmasin Selatan, Membagikan Masker

Di sisi lain, ia meminta masyarakat perlu memahami bahwa Bailey bridge yang saat ini digunakan merupakan solusi untuk memulihkan mobilitas warga, bukan pengganti konstruksi permanen.

“Ini jembatan sementara. Jadi, jangan sampai masyarakat menganggap setelah jembatan ini selesai berarti penanganannya sudah selesai. Untuk jangka panjang, kita tetap menyiapkan penanganan jembatan permanen,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1007/Banjarmasin, jajaran Detasemen Zeni Tempur (Denzipur), Kapolresta Banjarmasin, serta Pangdam yang memberikan dukungan dalam proses pemulihan akses tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah membantu. Terutama kepada Pak Pangdam yang telah memberikan izin kepada Pemerintah Kota Banjarmasin untuk meminjam jembatan sementara ini,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya bahwa jembatan tersebut bersifat sementara sehingga ketentuan teknis, khususnya terkait kapasitas beban, harus menjadi perhatian pengguna.

“Jembatan ini sifatnya sementara. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan batas beban maksimal lima ton. Jangan dipaksakan untuk kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas karena aspek keselamatan dan ketahanan jembatan harus menjadi perhatian bersama,” kata Chandra.

Chandra mengatakan selesainya jembatan sementara tidak berarti penanganan Jembatan Saka Harang telah berakhir. Pemko Banjarmasin tetap menyiapkan pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

“Untuk jangka panjang, tentu yang kita dorong adalah pembangunan jembatan permanen. Jembatan sementara ini kita hadirkan untuk memulihkan akses masyarakat terlebih dahulu, sementara penanganan permanennya dipersiapkan untuk tahun 2027,” jelasnya.

Kembalinya akses disambut lega masyarakat Mantuil. Bagi warga, jembatan sementara menjawab kebutuhan mendesak untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah konektivitas kawasan sempat terputus.

Agus Darminto, warga Kelurahan Mantuil, mengapresiasi respons cepat Pemko Banjarmasin bersama jajaran TNI dan Polri dalam memulihkan akses.

Baca Juga :  Ratusan Warga Serbu 500 Paket Sembako Murah di Halaman Kejari Banjarmasin

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan selesainya jembatan sementara ini. Masyarakat, khususnya warga Mantuil, sekarang bisa kembali beraktivitas dengan lancar, tertib, dan aman. Kami mewakili masyarakat Mantuil mengucapkan terima kasih atas kerja sama aparat kepolisian, TNI, dan jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujar Agus.

Menurut Agus, kecepatan penanganan menjadi hal penting bagi masyarakat setelah jembatan putus pada Minggu.

“Respons pemerintah sangat cepat. Kejadiannya hari Minggu, pekerjaan mulai Senin, kemudian Selasa dan hari ini Rabu sudah selesai. Jadi tiga hari pengerjaan. Alhamdulillah, cepat sekali pelaksanaan jembatan sementara ini,” katanya.

Meski mengapresiasi pemulihan akses, Agus berharap langkah tersebut segera dilanjutkan dengan pembangunan jembatan permanen.

“Harapan kami setelah ini dibangun jembatan beton atau jembatan permanen, supaya seperti jembatan yang lainnya. Bisa bagus, kuat, dan dapat digunakan dalam waktu lama. Itu harapan kami kepada Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Imbran, warga RT 8 Mantuil. Ia mengatakan masyarakat RT 8 bersama warga RT 3 berharap jembatan permanen dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, jembatan sementara telah mengembalikan akses masyarakat, tetapi kapasitasnya terbatas sehingga kendaraan angkutan belum dapat melintas secara leluasa. Kawasan RT 8 dan RT 3, termasuk Jalan Halinau, menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas warga dan pekerja.

“Harapan kami kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, jembatan ini ke depan bisa dibangun permanen. Kalau sementara, tentu kapasitasnya terbatas. Untuk mobil angkutan juga belum bisa lewat dengan leluasa. Kami berharap jembatan permanen bisa segera dibangun,” pungkasnya.

Adapun pemulihan melalui Bailey bridge tersebut menjadi solusi jangka pendek untuk mengembalikan mobilitas masyarakat. Sementara itu, pembangunan jembatan permanen yang ditargetkan pada 2027 disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk memastikan konektivitas dan mobilitas masyarakat Mantuil tetap aman dan lancar. (ham/KPO-4)

Iklan
Iklan