JAKARTA, Kalimantanpost.com – Persaingan siapa yang menjadi kiper utama Persija Jakarta semakin sengit menyusul bergabungnya Nadeo Argawinata dengan kontrak berdurasi lima tahun danAqil Savik sertai kembali diperpanjang kontrak Andritany Ardhiyasa selama satu musim.
Berarti ada empat kiper yang kualitasnya yang setara yakni kiper nasional saat ini Nadeo, mantan kiper Timnas Indonesia Andritany yang sarat pengalaman serta kiper keturunan yang malang melintang di Liga Eropa Cyrus Margono serta mantan kiper Timnas Indonesia Aqil Savik yang juga baru bergabung dengan Persija.
Saat ini Nadeo merupakan ketiga Timnas Indonesia setelah Emil Audero yang bermain di klub Liga Italia, Como dan Maarten Paes asal Ajax Amsterdam.
Nadeo datang ke keluarga besar Persija dengan reputasi mentereng. Dalam tiga musim terakhir bersama Borneo FC, ia tampil dalam 106 pertandingan di seluruh kompetisi (Super League, ASEAN Champions League, dan Piala Presiden) serta mencatatkan 38 clean sheet.
Pada musim terakhirnya, Super League 2025/26, posisi Nadeo di bawah mistar tak tergantikan selama semusim penuh. Kiper berusia 29 tahun itu tampil dalam 34 pertandingan dan membukukan 12 clean sheet.
Reputasi apik Nadeo juga tercermin dari rekam jejaknya bersama Timnas Indonesia. Ia menapaki karir sejak level kelompok usia hingga kini menjadi salah satu penjaga gawang andalan timnas senior sejak 2021.
“Merupakan sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian dari Persija, salah satu klub terbesar di Indonesia dengan sejarah panjang dan dukungan Jakmania yang luar biasa. Saya siap bekerja keras, memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan, dan berjuang bersama tim untuk meraih prestasi,” tutur Nadeo, dikutip dari laman ILeague, Kamis (23/7).
Sementara Andritany Ardhiyasa mengenakan seragam Persija sejak tahun 2010 dan menjelma menjadi simbol loyalitas dan perjuangan. Berawal sebagai kiper muda yang datang dengan membawa mimpi besar, ia kemudian tumbuh menjadi sosok pemimpin yang mengarahkan sekaligus melindungi rekan-rekannya di lapangan.
Sebanyak 292 pertandingan telah dijalani Andritany bersama Persija di berbagai kompetisi, mulai dari Indonesia Super League, Liga 1, Piala Indonesia, turnamen pramusim, hingga tampil di panggung Asia. Dari seluruh penampilannya itu, ia mencatatkan 99 clean sheet.
Bersama Persija, Andritany turut mempersembahkan gelar Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, serta Piala Menpora 2021. Salah satu momen terbaik lainnya hadir pada Liga 1 2022/23 ketika ia membukukan 15 clean sheet, yang menjadi rekor pribadinya sekaligus sempat menjadi catatan terbaik di Liga Indonesia pada musim tersebut.
“Perpanjangan kontrak ini tentu sangat berarti bagi saya. Persija sudah menjadi bagian besar dalam perjalanan hidup dan karier saya. Saya bersyukur masih mendapatkan kepercayaan untuk melanjutkan perjuangan bersama klub ini,” ujar Andritany.
Ketiga Persija merupakan pemain keturunan Indonesi adalah Cyrus Margono. Penjaga gawang kelahiran New York ini resmi berseragam Macan Kemayoran dan proses naturalisasinya telah sah sejak ia mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2024 lalu.
Cyrus Margono memiliki darah keturunan Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Bali. Sebelum berlabuh di Persija, kiper berusia 24 tahun ini memiliki rekam jejak karier di Eropa, termasuk memperkuat klub Liga Yunani Panathinaikos B serta Liga Kosovo bersama KF Dukagjini.
Cyrus tercatat mencatatkan total 30 penampilan di kasta tertinggi Liga Kosovo bersama KF Dukagjini, dengan membukukan 10 clean sheet. Ia bergabung dengan klub tersebut pada awal tahun 2025 dan bermain secara reguler sebelum akhirnya bergabung dengan Persija.
Walau pun punya jam terbang bertanding di Eropa, Cyrus Margono bukan jaminan menjadi kiper utama di Persija. Itu terlihat sejak bergabung dengan klub Macan Kemayoran hanya bermain dua kali di musim kompetisi 2025/2026.
Selain Nadeo dan Andritany, saingan Cyrus mengejar kiper utama akan datang Aqil Savik yang baru bergabung ke Persija akhir Juni 2026 dari Bhayangkara FC.
Pada musim 2025/2026, Aqil Savik tampil dalam 30 pertandingan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Selama periode tersebut, ia mencatatkan 88 penyelamatan dan sembilan clean sheet, menjadikannya salah satu kiper dengan performa konsisten di kompetisi domestik.
Selain berkiprah di level klub, Aqil juga memiliki pengalaman bersama tim nasional Indonesia. Ia pernah membela Timnas U-18 di Piala AFF 2017, Timnas U-19 di Piala AFC U-19 2018, hingga mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia sebagai persiapan SEA Games 2021.
Persija Jakarta saat ini ditangani mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dari Korea Selatan.
Berdasarkan pengalaman menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong tak melirik Cyrus Margono dan tidak memanggil Andritany walau pun saat itu tampil gemilang bersama klubnya masing-masing.
Jadi, kemungkinan direkrutnya Nadeo tak lepas saran dari Shin Tae-yong, karena kiper ini merupakan salah satu pemain ‘kesayangannya’ bersama Pratama Arhan, Rizky Ridho dan Witan Sulaiman yang saat ini membela Persija.
Diperkirakan sebagai kiper utama Persija akan ditempati Nadeo. Nah, cukup menarik siapa yang nanti menjadi kiper kedua, Andritany atau Savik dan akan kemana Cyrus Margono bila kembali terpinggirkan di Persija? Cukup menanti diikuti perkembangan persaingan di kiper utama Persija di era Shin Tae-yong. (ful/KPO-3)















