MARTAPURA, Kalimantanpost.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan tak mampu memadamkan semangat peserta Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2026.
Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat, ratusan peserta dan guru pembimbing tetap hadir di SMAN 1 Martapura, Sabtu (29/8/2026), untuk mengikuti rangkaian kompetisi sekaligus pertemuan guru Bahasa Arab dan workshop pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).
OBA-9 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan diikuti 139 peserta didik dan 32 guru pembimbing dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Mereka merupakan peserta yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten/kota.
Para peserta berkompetisi dalam kategori 1 hingga kategori 11 dengan pelaksanaan ujian secara digital menggunakan platform e-Ujian.
Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga diisi Pertemuan Guru Bahasa Arab se-Kalimantan Selatan dan Workshop Guru Bahasa Arab dengan tema “Mengembangkan Bahan Ajar Digital dan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis AI” menghadirkan Gusti Muhammad Riduan, SKom, MEng, dari BGTK Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber.
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan dua sisi penting dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab, yakni prestasi peserta didik dan peningkatan kompetensi guru.
Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dinilai tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mencari peserta didik terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi momentum memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa Arab yang kolaboratif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dwi Laksmi Wulandari, S.Pd., saat menghadiri rangkaian OBA-9 di SMAN 1 Martapura, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Dwi Laksmi, OBA memiliki dampak yang lebih luas karena mempertemukan peserta didik, guru, sekolah, dan madrasah dalam satu ruang pembelajaran. Apalagi, OBA-9 tingkat provinsi tahun ini dirangkai dengan Pertemuan Guru Bahasa Arab se-Kalimantan Selatan dan workshop guru bahasa Arab.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan OBA ini karena tidak hanya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkompetisi, tetapi juga memberikan ruang kepada para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya melalui workshop,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya dengan melahirkan peserta didik berprestasi. Di balik prestasi tersebut, terdapat peran guru yang harus terus berkembang mengikuti kebutuhan pembelajaran dan perkembangan zaman.
“Kalau guru berkembang, pembelajaran di kelas juga akan semakin baik. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Muhammad Yusuf, S.Ag., M.Pd.
Ia menyebut OBA memberikan energi positif bagi perkembangan pendidikan bahasa Arab, khususnya di lingkungan madrasah. Kompetisi tersebut dapat menjadi pemantik bagi peserta didik untuk lebih mengenal, mencintai, sekaligus mendalami bahasa Arab.
Namun, menurutnya, nilai penting OBA tidak berhenti pada penentuan juara.
“Saya melihat OBA ini bukan hanya soal lomba dan siapa yang menjadi juara. Ada semangat yang lebih besar, yaitu bagaimana anak-anak kita semakin termotivasi belajar bahasa Arab dan para guru juga punya ruang untuk saling berbagi,” ungkapnya.
Muhammad Yusuf juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil melewati seleksi tingkat kabupaten/kota hingga tampil di tingkat provinsi.
“Mereka yang sampai di tingkat provinsi ini sudah merupakan peserta terbaik dari daerahnya masing-masing. Kita patut memberikan apresiasi karena mereka sudah berani berkompetisi,” katanya.
Sementara itu Ketua Forum MGMP Bahasa Arab Provinsi Kalimantan Selatan, Taufikurrakhman, SPdI mengatakan OBA merupakan bagian dari upaya membangun tradisi akademik sekaligus memperkuat jejaring guru bahasa Arab di daerah.
Menurutnya, kompetisi memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengukur kemampuan, sedangkan pertemuan guru dan workshop menjadi ruang bagi pendidik untuk bertukar pengalaman serta mengembangkan strategi pembelajaran.
“Kami ingin OBA menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ada anak-anak yang belajar untuk menghadapi lomba, ada guru yang belajar melalui workshop, dan ada banyak sekolah serta madrasah yang saling bertemu. Dari interaksi seperti inilah sebenarnya ekosistem itu tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan pembelajaran bahasa Arab saat ini semakin kompleks. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik dan perkembangan teknologi.
“Guru bahasa Arab harus terus bergerak. Kita tidak bisa hanya mengulang cara-cara lama. Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence, membuka banyak peluang untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan bermakna,” jelasnya.
Karena itu, menurut Taufik, keberadaan forum guru dan kegiatan pengembangan profesional menjadi semakin penting. Guru perlu memiliki ruang untuk belajar bersama, berbagi praktik baik, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi pendidikan.
Taufik berharap jejaring dan kolaborasi yang terbentuk melalui OBA-9 tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
“Ekosistem pendidikan yang kuat tidak dibangun melalui satu kegiatan, tetapi melalui kesinambungan komunikasi, pembinaan, inovasi, dan kerja sama antarpemangku kepentingan,” pungkasnya. (ful/KPO-3)
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia OBA-9 Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia Nomor 070/A/PP.SH-OBA9-P-/2026 tentang Penetapan Juara Tingkat Provinsi Olimpiade Bahasa Arab Nasional (OBA) ke-9 Tahun 2026, berikut para juara OBA-9 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan:
Kategori 1 SMA/SMK Negeri/Swasta Non Boarding School :
Juara 1: Dedy Rahman – SMA Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin
Juara 2: Safa Adilla Islamiya – SMA Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin
Juara 3: Muhammad Abinaya – SMAN 2 Banjarbaru
Kategori 2 : SMA/SMK Negeri/Swasta Boarding School/SILN
Juara 1: Maulida Rahmah – Rumah Tahfizh Putri PKBM Al Umm HST
Juara 2: Aura Shafira Ramadhina – SMA Darul Hijrah Puteri
Juara 3: Umar Al Faatih – SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru
Kategori 3 : MA Negeri/Swasta Non Boarding School
Juara 1: Saskia Nuraisyah – MAN 4 Banjar
Juara 2: Reza Aditya Syahputra – MAN 4 Banja
Juara 3: Ala – MAN 2 Kota Banjarmasin
Harapan 1: Muhammad Irsyad Ridhani – MA Ubudiyah Tanah Laut
Harapan 2: Abir – MAN 1 HST
Kategori 4 : MA Negeri/Swasta Boarding School
Juara 1: Rissa Elvina Meidiyanie – MA Al Irsyad Tengaran 8 Martapura
Juara 2: Dzulhilmi Rizky Abdurrohman – MA Al Irsyad Tengaran 8 Martapura
Juara 3: Anida Rawina – MAS Normal Islam Puteri RAKHA Amuntai
Harapan 1: Iklil Amjad Rasyid – MA Darul Amien HSS
Kategori 5 : SMP Negeri/Swasta Non Boarding School
Juara 1: Rezky Ahmad – SMPIT Ukhuwah Banjarmasin
Juara 2: Jihan Azka Talita – SMPIT Ukhuwah Banjarmasin
Kategori 6 : SMP Negeri/Swasta Boarding School/SILN
Juara 1: Azkiya Fitri Al-Munawaroh – SMP Darul Hijrah Puter
Juara 2: Muhammad Hilal Abiyu Jamail – SMP Tahfizh Bilingual Daarul Qur’an Istiqomah Tala
Juara 3: Muhammad Arsyad Al Faruq – SMP IT Ar-Rahman Banjarbaru
Kategori 7 : MTs Negeri/Swasta Non Boarding School
Juara 1: Rawiyah – MTsN 6 Banjar
Juara 2: Aidah : MTs NU Zadul Ma’ad HSU
Juara 3: Aqila Intan Febriana – MTsN 1 Banjar
Harapan 1: Hilyah Azkia – MTsN 5 Tapin
Harapan 2: Nesfi Julia Rahma – MTsN 2 Tapin
Kategori 8 : MTs Negeri/Swasta Boarding School
Juara 1: Jinan Shafira – MTs Al-Irsyad Tengaran 8 Martapura
Juara 2: Hanin : MTs Al-Irsyad Tengaran 8 Martapura
Juara 3: Muhammad Ichwannor – PKPPS Wustha Darul Amien HSS
Kategori 9 : SD Negeri/Swasta/SILN
Juara 1: Ahmad Hafizh Kamal – SDITQ Bakkah
Juara 2: Aqilah Humairoh Ashilah – SDITQ Bakkah
Kategori 10 : MI Negeri/Swasta
Juara 1: Muhammad Idrus – MIN 7 Tapin
Juara 2: Muhammad Nadhif Nafasat – MIN Tanah Bumbu
Juara 3: Muhammad Abidzar Al Ghifari – MIN 2 Tanah Laut
Kategori 11 : Guru Bahasa Arab
Juara 1: H. Ahmad Zaini, Lc., S.Pd.I – PP Al Fikrah Citra Madinatul Ilmi
Juara 2: Supian Sauri, S.Pd.I – MTsN 2 Tapin
Juara 3: Muhammad Ramadhoni, S.Pd. – MA Al Irsyad Tengaran 8 Martapura
Harapan 1: Siti Khafifah, M.Pd – MAS Normal Islam Puteri RAKHA Amuntai
Harapan 2: Raihanah, S.Pd. – MAN 3 Banjar















