Oleh: Haritsa
Pemerhati Generasi dan Kemasyarakatan
Kebiadaban dan ambisi zionis Israel terus berlangsung di wilayah Palestina. Belum berakhir genosida dan pendudukan di Gaza, kini zionis melakukan strategi serupa di Tepi Barat. Israel melancarkan serangkaian operasi militer di Tepi Barat untuk memperluas kendali di Tepi Barat (antaranews. com, 31/07/2026) .
“Pemerintah sayap kanan Israel terus berupaya menyerang Tepi Barat dan menjadikan situasi di wilayah itu serupa dengan yang terjadi di Jalur Gaza,” kata Direktur Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina, Hassan Brejieh
Ia menilai Israel menerapkan strategi ganda di Tepi Barat yang mencakup operasi militer dan pemindahan paksa warga Palestina melalui perluasan permukiman serta peningkatan serangan oleh para pemukim.
Aneksasi wilayah Tepi Barat terus dilakukan Zionis Israel dengan ribuan serangan, ancaman, teror oleh pemukim ilegal. Zionis menghancurkan puluhan masjid dan berencana membangun 2.300 unit perumahan ilegal zionis.
Setelah merebut Gaza dengan proyek New Gaza dibawah legitimasi BoP, Zionis memperluas pendudukan illegalnya ke Tepi Barat.
Aneksasi akan terus dilakukan oleh Zionis sekalipun PBB dan dunia menentang. Ini menunjukkan tujuan Zionis membangun Israel Raya sangat serius.
Jihad dan Persatuan
Realitas ini seharusnya menyadarkan kaum muslimin tentang pembebasan Palestina. Peperangan dan kekerasan untuk genosida dan pendudukan wilayah Palestina akan terus dilakukan oleh zionis dan tidak bisa dihentikan dengan diplomasi, perundingan apalagi kecaman. Peperangan harus dihadapi dengan perang atau jihad. Hanya jihad yang mampu menghentikan kekejian zionis dan penjajahannya pada bumi Palestina.
Kemerdekaan Palestina tidak akan diberikan oleh Zionis karena itu bertentangan dengan Israel Raya. Solusi dua negara mustahil disepakati Zionis Israel. Zionis Israel mustahil berdamai. Karena mereka tetap berprinsip peace for you, land for us: damai untukmu, tanah untuk kami. Zionis hanya mengenal kata kekerasan dan perang untuk merealisasikan ambisinya.
Kaum muslimin tidak boleh masuk dalam peta jalan atau kerangka politik yang dirancang AS seperti BoP. Badan perdamaian hanyalah alat legitimasi atas skenario dan rencana mereka pada Palestina serta wujud kompromi terhadap penjajahan. Terbukti operasi militer terus dilancarkan zionis meskipun sudah ada gencatan senjata dan BoP.
Bergabung dengan BoP adalah wujud pengkhianatan terhadap perjuangan. Dari awal, AS adalah pendukung sejati eksistensi zionis. Zionis Israel adalah alat politik hegemoni AS di Timur Tengah. Karenanya tidak heran zionis sebagai penjahat didudukkan sejajar dengan negara-negara yang berperan sebagai hakim yang mengatur solusi perdamaian. Jelas tindakan genosida dan penjajahan zionis tidak akan digugat oleh BoP. Yang terjadi adalah kompromi terhadap penjajahan.
Jihad dan persatuan negeri-negeri muslim melawan Zionis adalah kata kunci untuk membebaskan Palestina. Sebenarnya tidak perlu logika dan penalaran canggih untuk meyakini solusi ini. Kaum muslimin hanya memerlukan kesadaran untuk tunduk pada solusi yang digariskan syariat, yaitu melancarkan perang terhadap orang-orang kafir zionis yang memerangi dan mengusir kaum muslimin dari negeri dan tanahnya. Jihad tidak hanya berlaku bagi rakyat Palestina saja, tapi pada kaum muslimin di negeri-negeri terdekat Palestina hingga ada kekuatan yang cukup untuk melawan zionis. Mengalahkan zionis hanya dengan mengandalkan kekuatan milisi seperti Hamas tentu akan tampak mustahil. Di sisi lain zionis sendiri didukung penuh oleh AS. Makar dan kerjasama orang-orang kafir sangat lazim dalam realitas politik internasional. Dan jauh hari Allah SWT dan Rasul SAW telah mengingatkan kita. Perpecahan dalam negara bangsa dan banyak pemimpin memang haram. Seharusnya umat bersatu dalam sikap dan aksi nyata, yaitu Jihad.
Persatuan negeri-negeri muslim di bawah sistem Khilafah dengan kepemimpinan seorang Khalifah harus semakin masif diperjuangkan melalui dakwah politis dan pemikiran (siyasi yah-fikriyyah). Dakwah ini menyadarkan umat terhadap persoalan nyata yang dihadapi termasuk persoalan Palestina dan solusi Islam yang menyeluruh. Umat juga harus disadarkan pada pemikiran-pemikiran batil seperti nasionalisme dan sekulerisme. Pemikiran kufur ini menghalangi persatuan atas dasar keimanan dan ketaatan pada syariat. Dengan pemikiran Islam umat akan bangkit dan bersama melakukan perjuangan politik untuk menyatukan kaum muslimin dan menerapkan Islam secara kaffah. Wallahu alam bis shawab.











