Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Bunda PAUD Gaungkan Tiga Gerakan untuk Wujudkan Generasi Berkualitas

×

Bunda PAUD Gaungkan Tiga Gerakan untuk Wujudkan Generasi Berkualitas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260806 WA0042 scaled e1786011872254
Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (6/8/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Humas Pemko Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Suasana penuh keceriaan mewarnai puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN)di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (6/8/2026). Momen tersebut menjadi ajang untuk mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat agar terus memberikan perhatian nyata terhadap pendidikan, perlindungan, dan pengasuhan anak.

Kalimantan Post

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Neli menilai kasih sayang kepada anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mulai dari memberikan pola asuh yang baik, menjamin perlindungan dari berbagai risiko, hingga memastikan anak memperoleh pendidikan yang layak sejak usia dini.

“Tema tahun ini mengingatkan kita untuk tidak hanya mencintai anak dengan kata-kata, namun lewat tindakan nyata, hal itu coba diwujudkan melalui pola pengasuhan yang baik, perlindungan dari berbagai risiko, serta pemberian pendidikan terbaik sejak usia dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Neli juga mengajak orang tua, tenaga pendidik, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung tiga gerakan utama yang dinilai penting dalam mempersiapkan masa depan anak-anak. Gerakan pertama adalah menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali dengan satu tahun pendidikan prasekolah atau PAUD.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting karena menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, serta kecerdasan anak. Ia menegaskan bahwa PAUD bukan hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang belajar bagi anak untuk mengenal lingkungan, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan rasa ingin tahu sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Baca Juga :  Wali Kota Banjarmasin Janjikan Evaluasi Tunjangan Guru SMP

Selain pendidikan, Neli menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ia berharap kebiasaan positif seperti rajin beribadah, hidup sehat, gemar belajar, disiplin, mandiri, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta bertanggung jawab dapat ditanamkan sejak dini melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Ia juga mengingatkan keberhasilan membentuk karakter anak tidak lepas dari peran orang dewasa sebagai teladan. Anak, katanya, lebih mudah meniru apa yang mereka lihat dibandingkan hanya mendengarkan nasihat. Karena itu, orang tua dan guru diharapkan mampu memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan ketiga yang menjadi perhatian Bunda PAUD adalah pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gawai pada anak. Menurut Neli, penggunaan telepon genggam yang berlebihan tanpa pendampingan dapat mengurangi waktu bermain, menghambat interaksi sosial, bahkan berdampak pada kesehatan fisik dan konsentrasi belajar anak.

Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas positif di lingkungan keluarga. Melalui kebersamaan, komunikasi yang hangat, dan pendampingan yang tepat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan