PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, Wagub Edy Pratowo membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).
Program tersebut digenjot untuk mendukung Program Swasembada Pangan Nasional di tengah pengembangan lahan cetak sawah yang telah mencapai 26,4 ribu hektare.
“Kami meyakini investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Lahan yang luas tidak akan memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing,” ujar Edy mengutip Gubernur.
Program Diploma 1 Bidang Pertanian ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kalteng, Kementerian Pertanian, dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya, dengan komposisi pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Namun, Edy mengungkapkan hingga 5 Agustus 2026 jumlah pendaftar calon Taruna Tani baru mencapai 25 orang atau sekitar 14 persen dari target.
Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota berperan aktif menyukseskan program melalui sosialisasi dan penjaringan calon peserta.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti menyebut Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam optimalisasi lahan dan cetak sawah nasional.
“Kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan, program ini menjadi bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera dengan kuota 178 peserta pada Gelombang I.
Pembelajaran berlangsung satu tahun di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, didanai Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan.
“Keberhasilan program bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan,” tukasnya. (drt/KPO-3)















