BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – DPRD Kalimantan Selatan menerima audiensi dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel di Gedung DPRD Kalsel, Rabu (5/8/2026), untuk membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi peternak ayam, mulai dari anjloknya harga ayam dan telur hingga dampak pemadaman listrik bergilir.
Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, didampingi Sekretaris Komisi II, H. Jahrian, menegaskan bahwa sektor perunggasan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan ketersediaan protein hewani dan keberlangsungan usaha ribuan peternak di Banua.
“Atas nama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kami menerima baik aspirasi dari Pinsar Kalsel. Dunia perunggasan ini penting karena menyangkut ketersediaan protein hewani bagi masyarakat Banua dan keberlangsungan ribuan pelaku UMKM peternak,” ujar Supian HK.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kalsel akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, seperti Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan, Karantina, Bulog, serta asosiasi peternak.
Menurut Supian, terdapat dua fokus utama yang akan dibahas dalam RDP tersebut, yakni stabilisasi harga ayam dan telur agar tidak merugikan peternak maupun konsumen, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. DPRD siap mengawal melalui fungsi pengawasan dan anggaran agar sektor perunggasan tetap berjalan baik dan tidak berdampak pada harga pangan serta daya beli masyarakat,” tegasnya.
Audiensi tersebut digelar sebagai respons atas keluhan para peternak terkait kondisi industri perunggasan yang dinilai kurang kondusif dalam beberapa waktu terakhir, termasuk akibat gangguan pasokan listrik yang turut memengaruhi aktivitas produksi.(nau/KPO-1)















