Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Kapolresta Banjarmasin Buka Ruang Aduan Jika Ada Tindakan Represif terhadap Massa Aksi

×

Kapolresta Banjarmasin Buka Ruang Aduan Jika Ada Tindakan Represif terhadap Massa Aksi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260829 WA0007
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin. (Kalimantanpost.com/Hamdi)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin membuka ruang pengaduan bagi masyarakat maupun peserta aksi yang merasa mengalami tindakan represif atau perlakuan merugikan selama berlangsungnya demonstrasi.

Kombes Pol Riza menegaskan, setiap laporan terkait dugaan tindakan berlebihan yang dilakukan personel kepolisian akan menjadi bahan evaluasi dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Kalimantan Post

Namun, laporan tersebut harus disertai informasi atau bukti yang dapat membantu proses pemeriksaan.

“Kami juga membuka ruang, misalnya dalam hal dorong-mendorong tadi ada yang merasa dirugikan. Silakan melapor, kami terbuka. Tinggal pembuktiannya seperti apa,” kata Kombes Pol Riza.

Menurutnya, pengamanan aksi merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk memastikan penyampaian pendapat di muka umum berlangsung aman dan tertib, tanpa mengganggu hak masyarakat lainnya.

Ia mengakui sempat terjadi gesekan antara massa dan aparat kepolisian saat aksi berlangsung. Dalam kejadian tersebut, seorang peserta aksi sempat diamankan oleh petugas.

“Ini miss komunikasi saja. Tentu ada gesekan sedikit. Yang bersangkutan lari dan kemudian diamankan. Tapi sudah ditanyakan kepada yang bersangkutan apakah ada kekerasan dan sebagainya, tidak ada,” tuturnya.

Ia mengatakan, barang-barang milik peserta aksi yang sempat terlepas, seperti sepatu dan telepon seluler, juga telah ditemukan sehingga persoalan tersebut tidak berlanjut.

Ia menegaskan, kepolisian tidak menginginkan terjadinya benturan dengan massa selama aksi berlangsung. Menurutnya, aparat berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan seluruh pihak dapat menyampaikan aspirasinya.

Terkait perwakilan massa yang hendak masuk, ia menjelaskan pihaknya tidak mengizinkan seluruh massa masuk karena perwakilan pemerintah dan pihak terkait sudah hadir untuk menerima aspirasi.

“Kami tidak mengizinkan masuk karena ketua sudah diwakilkan melalui wakil ketua. Dari Pak Gubernur sudah diwakilkan Pak Asisten dan ada dari BPBD. Cuma tidak diberi ruang untuk menyampaikan langkah konkret apa yang sudah dilakukan pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Balik Gemuruh Demo Mahasiswa, Tiga Srikandi Curi Perhatian Lewat Aksi Penagih "Klakson" di Jalanan

Di sisi lain, ia mengingatkan massa agar tidak mudah terprovokasi selama aksi berlangsung.

Menurutnya, jika tujuan aksi adalah mencari solusi, seluruh pihak perlu memberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan kemudian menindaklanjutinya bersama.

Ia mencontohkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang menyatakan kesediaannya turun langsung ke lapangan untuk membantu menangani persoalan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).

“Tidak membeda-bedakan, tapi niatnya dulu. Misalnya ULM tadi sudah membuat surat dan bersedia turun ke lapangan. Apa salahnya? Kalau yang lain merasa bagus, ya kita langsung bersama-sama melihat apa kesulitan dari pemerintah, aparat TNI-Polri, dan sama-sama mencari solusi,” ujarnya.

Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menangani kabut asap akibat karhutla dengan mencari solusi dan langkah konkret.

“Semua menginginkan kabut asap ini berakhir dengan mencari solusi sesegera mungkin. Tapi kalau dua minggu, mohon maaf, saat ini masih berjuang lagi bersama-sama,” katanya.

Ia juga berharap akademisi dapat turut membantu mencari indikator maupun langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat penanganan kabut asap.

“Mungkin dari akademisi tadi saya sudah bicara untuk bisa mencari indikator apa yang bisa segera mungkin membantu menghilangkan kabut ini. Mudah-mudahan kita berdoa bersama ini bisa terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai jumlah personel yang dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi, ia tidak membeberkannya secara rinci.

Ia menjelaskan, personel kepolisian saat ini juga harus dibagi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan serta mengamankan aksi demonstrasi.

“Terlibat kami tidak bisa sampaikan secara teknis. Namun yang jelas ada rayonisasi dan pembagian karena ada yang memadamkan api. Jadi ada polres-polres lain yang membantu pengamanan di sini,” pungkasnya.(ham/KPO-3)

Baca Juga :  Tuntutan tak Terjawab, Massa Kembali Bergerak: Aksi Jilid III Dipastikan Digelar

Iklan
Iklan