BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Intrusi air laut di intalasi milik Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih mengalami kondisi naik turun di tengah musim kemarau saat ini.
Bahkan menurut Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih Zulbadi, intrusi air sempat diambang batas kadar garam mencapai 250 ppm hingga disiasati dengan mix bahan baku.
“Minggu lalu ada kita lakukan mix dan berlangsung selama seminggu,” ungkap Zulbadi, Senin (3/8/2026).
Mix bahan baku dilakukan dengan mengambil pasokan air dari Intalasi Pengolahan Air (IPA) II yang selanjutnya digabungkan dengan air tawar dalam memenuhi standar ph yang ditentukan untuk diolah menjadi air baku.
Tak dipungkiri, penanganan dengan mekanisme mix ini menambah biaya operasional karena adanya pompa listrik yang dilakukan dari IPA II ke IPA I.
“Ada biaya listrik karena ada pompa listrik dari IPA II ke IPA I,” ujar Zulbadi.
Jika ini terus berlangsung sambungnya, tentu akan berdampak pada penurunan kapasitas air baku meski pencampuran dilakukan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi instrusi air laut ini sendiri, sangat bergantung pada pasang surut air.
“Sehingga di musim kemarau yang diperkirakan panjang ini akan berdampak terhadap penyusutan air yang akan didistribusikan,” ujarnya.
Seiring dengan itu, ia berharap semua pihak bisa saling berkolaborasi, terutama pihak PLN dalam memenuhi kebutuhan air bersih ini.
Mengingat keterlibatan PLN sangat penting dalam menghadapi intrusi air laut di intake-intake yang ada. Terutama intake PAM Bandarmasih yang ada di wilayah Kabupaten Banjar. Sebab pemadaman listrik bergilir tidak luput terhadap intake yang berada di Sungai Tabuk.
Beda halnya dengan intake yang ada di wilayah Kota Banjarmasin yang tidak ikut dalam jadwal pemadaman listrik bergilir.
“Kalau Banjarmasin Alhamdulillah tidak pemadaman bergilir. Cuma dari Kabupaten Banjar tepatnya Pematang Sungai Tabuk itu kena pemadaman bergilir meski kita upayakan dengan genset Makanya harapan kita, mudah-mudahan PLN bisa mendukung agar hak-hak masyarakat terpenuhi,” pungkasnya. (ham/KPO-4)















