GAGASAN pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan bukanlah cerita baru. Wacana itu sudah berulang kali muncul, dibahas dalam berbagai forum, bahkan disebut telah memiliki perencanaan di tingkat pemerintah pusat. Namun hingga kini, kereta api yang diharapkan menghubungkan berbagai provinsi di Pulau Kalimantan masih sebatas garis dalam peta dan harapan masyarakat.
Padahal, perkembangan Kalimantan bergerak semakin cepat. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pertumbuhan kawasan industri, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga kebutuhan distribusi logistik menuntut tersedianya sistem transportasi yang modern, murah, aman dan berkapasitas besar.
Selama ini, Kalimantan terlalu bergantung pada transportasi jalan raya. Ribuan kendaraan berat mengangkut hasil tambang, perkebunan dan berbagai komoditas melintasi jalan yang kapasitasnya terbatas. Dampaknya mudah dilihat: jalan cepat rusak, biaya logistik tinggi, kemacetan meningkat dan risiko kecelakaan terus mengintai.
Di sinilah kereta api menawarkan jawaban.Transportasi rel mampu mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah besar dengan biaya lebih efisien. Kehadirannya bukan hanya soal menyediakan moda transportasi baru, tetapi membangun tulang punggung konektivitas ekonomi Kalimantan.
Banjarmasin dan Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis dalam rencana besar tersebut. Sebagai salah satu pintu gerbang Kalimantan, daerah ini berpotensi menjadi simpul yang menghubungkan Kalsel dengan Kalimantan Tengah, Timur hingga Barat. Terlebih dengan hadirnya IKN, kebutuhan konektivitas antardaerah akan semakin besar.
Karena itu, yang dibutuhkan sekarang bukan lagi seminar, diskusi atau janji baru. Pemerintah daerah harus mengambil peran lebih aktif memperjuangkan proyek strategis ini kepada pemerintah pusat. Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan secara serius.
Memang pembangunan rel membutuhkan investasi besar. Persoalan lahan, kondisi geografis dan biaya tentu menjadi tantangan. Namun pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dihitung dari besarnya anggaran hari ini. Yang harus dilihat adalah manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kalimantan sedang berada pada momentum perubahan besar. Jangan sampai pembangunan ekonomi dan industrialisasi tumbuh lebih cepat daripada kesiapan infrastrukturnya.
Trans Kalimantan bukan lagi angan-angan. Ia telah menjadi kebutuhan. Kini masyarakat menunggu satu hal, kapan pembangunan itu benar-benar dimulai?














