Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

PPKM Turun Level, Bisnis Traveling Menggeliat Lagi

×

PPKM Turun Level, Bisnis Traveling Menggeliat Lagi

Sebarkan artikel ini
8 4klm 11
WISATA KALSEL - Status PPKM yang turun level di sejumlah daerah membawa angin segar bagi sektor pariwisata. Termasuk dibukanya kembali tempat-tempat wisata yang ada di Kalsel. (KP/Istimewa)

Kondisi tersebut mulai memberikan angin segar bagi industri travel yang turut menyambut gembira situasi ini. Seperti dirasakan Desy Rahmadi, seorang agen traveling mandiri di Banjarmasin.

BANJARMASIN, KP – Seiring dengan turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diumumkan oleh pemerintah pusat, perlahan-lahan dunia pariwisata mulai dibuka kembali, meski dengan pembatasan jumlah pengunjung.

Kalimantan Post

Dibukanya kembali tempat-tempat wisata, terjadi lantaran status pandemi hampir di semua daerah telah menurun. Meskipun telah dibuka kembali, para pengelola wisata harus berhati-hati, dengan tetap menjalankan Prokes ketat.

Kondisi tersebut mulai memberikan angin segar bagi industri travel yang turut menyambut gembira situasi ini. Seperti dirasakan Desy Rahmadi, seorang agen traveling mandiri di Banjarmasin.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama vakum karena pandemi, akhirnya bisa membawa wisatawan lagi. Rencananya, bulan depan saya akan bawa peserta tour dari salah satu instansi di Banjarmasin. Jumlahnya sekitar 80 orang tujuan Loksado,” ujar Icank, sapaan akrabnya, saat ditemui Kalimantan Post, Kamis (28/10/2021).

Apalagi, lanjutnya, saat ini masyarakat sudah rindu untuk berwisata kembali. Meski begitu, Icank mewanti-wanti semua pihak harus tetap mengutamakan penerapan Prokes ketat.

“Resiko yang ditimbulkan bila masyarakat lengah terhadap penerapan Prokes, bisa saja berakibat angka penularan Covid-19 akan melonjak lagi,” tandasnya.

Imbasnya, kata Icank, akses untuk menikmati kunjungan wisata bisa berdampak pada ditutupnya lagi pariwisata di Indonesia, termasuk di Kalsel.

”Jika sampai terjadi kenaikan lagi, tentunya akan sangat membuat repot. Dampaknya akan dirasakan seluruh pengelola dan pihak-pihak terkait yang bekerja di dunia pariwisata,” terang dia.

Bisnis traveling yang digelutinya sejak tahun 2018 silam ini, kebanyakan menawarkan paket wisata berupa tour tradisional atau wisata daerah yang ada di wilayah Kalsel.

Menurutnya, awal terjun di bisnis traveling ini dimulai hanya karena dirinya memang hoby traveling, terutama ke Loksado.

“Pertama kali menemani tamu dari Jakarta. Itu juga direkomendasikan oleh seorang teman pada tahun 2008, tujuannya trip tradisional ke Loksado, Pasar Terapung, Pendulangan Intan dan aneka kerajinan atau perhiasan di Martapura,” ungkapnya.

Dari tamu pertama itu, lanjut Icank, lalu berlanjut ke tamu-tamu berikutnya. Baik dari perorangan, kelompok atau komunitas, maupun dari perusahaan.

“Tamu yang saya bawa selain dari Kalsel, sering juga dari ibukota dan dan daerah lainnya,” imbuhnya.

Usaha ini dikelolanya makin serius, sejak teman-temannya dari ALL (Amandit Loksado Lestari) membuka jasa outbound dan gathering.

“Mulai dari itu, saya bergabung jadi agen pemasarannya. Perlahan, mulai banyak perusahaan, sekolah dan instansi pemerintahan yang menggunakan jasa saya,” jelas Icank.

Pernah juga, ada beberapa kelompok besar dari Kota Jakarta dan sekitarnya, seperti Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia dan Geotrek Indonesia secara personal langsung mempercayakan trip traveling tradisional kepada Icank.

“Beberapa tahun lalu, salah satu perusahaan Perbankan di Kalimantan, meliputi Kalimantan Selatan dan Tengah dari 10 cabangnya, juga saya handle saat mengadakan gathering dan outbound. Jumlahnya sekitar 160 orang,” bebernya.

Sampai saat ini, tambah Icank, dirinya tetap bekerjasama dengan ALL, sebagai salah satu penyedia jasa yang cukup eksis di kawasan Wisata Loksado. (opq/K-1)

Baca Juga :  Awas! Penipuan Berkedok Tagihan Pajak Melalui Email
Iklan
Iklan