Pegulat putri Kalsel, Roxana akan menggunakan bonus PON XX Papua, untuk ongkos mudik ke kampung kelahirannya Rumania.
Banjarmasin, KP – Pegulat putri Kalimantan Selatan, Roxana menyatakan pemberian bonus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dalam hal ini Gubernur H Syahbirin Noor, untuk menambah ongkos mudik ke kampung halamannya Rumania.
‘’Saya dan suami serta anak saya sangat bersyukur atas bonus yang diberikan Pemprov Kalsel berdasarkan ketetapan dari Gubernur Paman Birin, dan akan menggunakannya untuk ongkos mudik ke Rumania, karena sudah beberapa tahun tidak pernah menengok kampung kelahiran saya,’’ kata pegulat naturalisasi asal Rumania yang sangat fasih berbahasa Banjar ini.
Roxana mengakui sangat kecewa karena hanya mampu mempersembahkan medali perunggu, dari target awal medali emas di PON Papua. ‘’Tapi itulah batasan rezeki yang harus saya terima dan tetap bersyukur pada Allah SWT,’’ kata Roxana yang sudah mualaf ini.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat Kalsel, Pemprov, Dispora dan KONI karena di PON Papua tidak berhasil merebut medali emas.
‘’Mudah-mudahan kegagalan merebut emas di Papua memberikan pelajaran berharga bagi saya untuk bisa tampil lebih baik pada PON XXI di Aceh dan Medan. Saya akan terus berusaha meningkatkan kemampuan dengan berlatih lebih intensif,’’ pungkas Roxana.
Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, DR (HC) H Sahbirin Noor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, telah menetapkan besaran pemberian bonus untuk para atlet maupun pelatih peraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI.
Hal tersebut diutarakan Kepala Dispora Kalsel, H Hermansyah yang memaparkan langsung detail besaran bonus, dalam agenda konferensi pers yang digelar di Kantor Dispora Kalsel pada Selasa (28/12/2021).
Dijelaskannya, peraih medali emas PON maupun Peparnas mendapatkan Rp300 juta untuk perorangan dan Rp350 juta untuk beregu. Peraih medali perak mendapatkan Rp150 juta untuk perorangan dan Rp200 juta untuk beregu.
Sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp75 juta untuk perorangan dan Rp100 juta untuk beregu.
Tak hanya atlet, bonus juga akan diberikan untuk pelatih yakni sebesar 50 persen dari raihan medali atlet dan asisten pelatih mendapat 25 persen.
“Total anggaran yang telah kita siapkan sebesar 49 miliar rupiah pada 2022. Setelah APBD disahkan, nanti akan segera dicairkan,” papar Hermansyah, yang didampingi Kabid Peningkatan Prestasi H Fitri Hernadi dan Kabid Pembudayaan Olahraga HM Nasir, Kasi Kemitraan M Arief, dan Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus Budiono.
Lebih lanjut, Hermansyah mengatakan bahwa Gubernur Paman Birin sangat mengapresiasi perjuangan para atlet, sehingga menaikkan jumlah bonus dibandingkan PON XIX maupun Peparnas XV sebelumnya di Jawa Barat.
“Ini adalah sebuah penghargaan dari pemerintah provinsi Kalsel, khususnya Paman Birin yang menginginkan bonus ini bisa memberikan efek positif bagi kemajuan olahraga di Kalsel,” ujarnya. (nets/nfr/k-9)















