“Kalau capaiannya cuma 60-70 persen, buat apa ada divisi baru? Saya berharap KUR di atas sembilan puluh persen,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
PELAIHARI, KP – Komisi II DPRD Kalsel mengharapkan agar Bank Kalsel cabang Pelaihari dapat meningkatkan realisasi kredit usaha rakyat (KUR) di daerah tersebut.
“Karena usaha rakyat umumnya memerlukan suntikan modal dari perbankan,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Hj Dewi Damayanti Said, usai kunjungan kerja ke Bank Kalsel cabang Pelaihari, Rabu (2/3), di Pelaihari.
Dewi Damayanti mengakui, hal ini dikarenakan penyaluran KUR di Kabupaten Tanah Laut tersebut masih minim. Bahkan siap memfasilitasi agar penyaluran kredit bisa maksimal.
“Padahal program pembiayaan tersebut sangat bermanfaat bagi para petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM),” tambah politisi Partai Golkar.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo juga menyentil perihal KUR yang dirasa kurang memuaskan.
“Kalau capaiannya cuma 60-70 persen, buat apa ada divisi baru? Saya berharap KUR di atas sembilan puluh persen,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Imam Suprastowo mengatakan, para petani juga bisa mendapat porsi pada KUR, sehingga Bank Kalsel mengoptimalkan peminjaman bagi petani agar dapat mengembangkan usaha.
“Untuk (petani) sawit, pada saat mau kredit ada STD-B (Surat Tanda Daftar Budidaya) tidak? Itu bisa diseleksi asal bibitnya, bisa bekerjasama dengan Dinas Perkebunan,” tambahnya.
Untuk penambahan penyertaan modal, Imam Suprastowo berharap Bank Kalsel dapat merealisasikannya dengan baik, serta berbagai pihak terkait juga harus bersinergi.
“Karena bukan hanya dari eksekutif, tetapi dari dewan pun harus satu kata sehingga penyertaan modal untuk Bank Kalsel cabang Pelaihari bisa maksimal, syukur bisa tercapai Rp150 miliar,” kata Imam Suprastowo.
Sementara itu, Kepala Bank Kalsel cabang Pelaihari, Muhammad Hanafiah, mengatakan bahwa kredit menurun per Januari 2022 juga merupakan imbas dari pandemi Covid-19.
Selain itu, aset per periode 31 Januari 2022 mencapai Rp1,13 triliun, laba mencapai Rp2,87 miliar. Sedangkan kredit pada Bank Kalsel Cabang Pelaihari per 31 Januari 2022 mencapai Rp543,19 miliar.
Dari total kredit sebesar Rp543,19 miliar, komposisi kredit memuat modal kerja 14,01 persen, investasi 1,73 persen dan konsumtif sebesar 84,26 persen,” jelasnya. “Bahkan kredit konsumtif periode 31 Januari 2022 mencapai Rp457,70 miliar,” jelasnya. (lyn/K-1)















