Banjarmasin, KP – Banyaknya anjing liar yang berkeliaran di Kompleks Tirta Dharma, Jalan Pramuka, Kecamatan Banjarmasin Timur dinilai sudah meresahkan warga setempat
Karena itu, warga setempat langsung melaporkan kondisi itu kepada Tim Animal Rescue, Kota Banjarmasin untuk bisa segera mengevakuasi anjing-anjing tersebut agar tak lagi berkeliaran di sana.
Benar saja. Setibanya di lokasi, Seakan sudah mengenali tanda bahaya, belasan anjing terlihat kocar-kacir saat melihat personil Tim Animal Rescue mengeluarkan sumpitan bius, Selasa (8/3) siang.
Alhasil terjadi kejar-kejaran atau kucing-kucingan dengan belasan anjing tersebut. Pasalnya mereka lari berpencar ke berbagai penjuru area di sana. Ada yang lari ke area persawahan dan ke hutan semak yang ada di samping area Instalasi Produksi Air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.
Beberapa personil terlihat mengepung area dimana anjing-anjing tersebut berkumpul setelah lari menghindari kedatangan Tim Animal Rescue.
Dan hasilnya. Tim berhasil menangkap seekor anak anjing yang bersembunyi di dalam lubang pipa instalasi air milik PDAM Bandarmasih yang bertumpuk di tengah area tersebut dengan sumpitan bius terselebih dahulu.
Anak anjing tersebut tampak lemah dan tak berdaya lantaran terkena bius sumpit oleh anggota Tim Animal Rescue Banjarmasin.
Saking lemahnya, sampai-sampai membuat anggota Tim Animal Rescue harus masuk ke dalam lubang pipa untuk mengevakuasi anak anjing tersebut.
Saat berhasil dikeluarkan, anjing muda tersebut langsung dipakaikan brongsong atau penutup mulut anjing untuk menghindari gigitan ketika ia sadarkan diri.
Ketua Tim Animal Rescue Banjarmasin, Annang Dwijatmiko menjelaskan, perburuan ini sendiri dilakukan atas dasar laporan yang masuk ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), khususnya bidang peternakan, lantaran keberadaan mereka dianggap meresahkan warga sekitar.
“Evakuasi menggunakan sumpit bius. Kita sesuaikan dosisnya anjing besar dan anjing kecil,” jelasnya di sela-sela pengepungan.
“Laporan yang masuk sekitar 5 sampai 10 ekor anjing liar. Tapi ternyata lebih dari itu. Selain mengganggu warga yang bermukim di sana, hewan ini dirasa mengganggu aktivitas pekerja,” sambungnya.
Ia mengakui, proses evakuasi anjing-anjing liar tak semudah yang dibayangkan. Selain karena area komplek yang cukup luas, kesulitan yang dialami anggota juga adanya gorong-gorong dan pipa PDAM, sehingga sulit dijangkau.
“Evakuasi cukup sulit karena anjing-anjing lari ke tempat persembunyian. Kita lakukan perburuan sampai malam hari. Karena biasanya anjing-anjing ini terlihat di titik kumpul, seperti di tempat-tempat sampah,” jelasnya.
“Sementara belum ada yang menyerang atau menggigit warga. Tapi tetap saja khawatir bisa membawa rabies. Apalagi Kalsel belum bebas rabies,” tambahnya lagi.
Selanjutnya, Ia menerangkan, anjing-anjing yang berhasil diamankan akan di tempatkan di Kebun Binatang Mini (KBM) Jahri Saleh, sampai ada orang yang ingin mengadopsi.
“Kita akan carikan adapter terhadap anjing-anjing ini. Tapi sementara kita taruh di kandang penampungan di taman satwa dulu. Jenisnya anjing kampung atau domestik,” tutupnya. (Kin/K-3)















