Banjarmasin, KP – Setiap menjelang lebaran Idulfitri, di Banjarmasin selalu ramai bermunculan jasa penukaran pecahan uang kertas di pinggir-pinggir jalan.
Maklum, di momen Idulfitri biasanya warga banyak memerlukan uang pecahan ini untuk berzakat atau membagikan uang kepada keluarga, khususnya yang masih anak-anak saat lebaran.
“Banyak juga yang mau mudik tukar uang dulu buat dibagi-bagi dengan keluarga di kampung halamannya. Biasanya buat kerabat dan saudara yang usianya lebih muda atau yang anak-anak,” ungkapnya, Senin (25/4).
Warga yang tak mau repot-repot antre di loket penukaran uang resmi sering mengandalkan jasa penukaran uang di pinggir jalan ini.
Hanya saja, lebaran tahun ini orang yang menukarkan pecahan uang kertas tak seramai dibandingkan tahun lalu. Hal ini diungkapkan Yadi, salah seorang penyedia jasa tukar uang.
“Iya, tahun ini agak sepi pasaran,” tutur Yadi, yang tiap hari mangkal di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Tepatnya, di seberang Bank Indonesia.
Menurut pengakuannya, setiap hari ia menyediakan uang senilai puluhan juta rupiah untuk memenuhi permintaan pelanggan, terdiri dari uang kertas baru pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan Rp20.000.
“Yang paling banyak dicari konsumen pecahan Rp5.000 dan Rp 20.000. Tapi ya itu tadi, tahun ini agak sepi. Mungkin turun sekitar 30 persen lah,” tambahnya.
Kata Yadi, ia hanya mematok upah jasa sebesar 5 persen saja dari nilai uang yang ditukarkan. Jadi, bila uangnya sebesar Rp100 ribu, pelanggan menerima uang barunya tetap senilai Rp100rb. Baru ditambah ongkos jasanya Rp5 ribu.
“Berangkat dari rumah bawa sekitar Rp40 juta. Tapi sampai saat ini orang baru menukarkan uang kepada kami paling banyak antara Rp7 juta sampai Rp10 juta saja dalam sehari,” ujar Yadi.
Berdasarkan pengalamannya, Yadi mengatakan, orang mulai banyak menukarkan uang beberapa hari sebelum lebaran. Bahkan, dihari lebarannya pun masih banyak yang menukarkan.
“Kalau puncaknya biasa H-3 sampai dengan hari H-nya karena banyak warga yang bertukar. Misal uang pecahannya saya masih ada sisa, habis salat Ied saya buka lapak lagi,” imbuh Yadi. (Opq/K-1)