Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Harga Telur Ayam Ras Naik Lagi, Sentuh Rp 30 Ribu per Kilogram

×

Harga Telur Ayam Ras Naik Lagi, Sentuh Rp 30 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini
7 4klm 1
NAIK LAGI - Telur ayam ras naik lagi pasca lebaran lalu, saat ini harganya menyentuh Rp 30 ribu di tingkat eceran. (KP/Opiq)

“Iya nih, kaget juga pas mau beli. Saya kira sehabis lebaran harga telur akan turun. Tapi sampai hari ini malah naik terus,” keluh Elly, warga Sungai Anda

BANJARMASIN, KP – Usai lebaran Idulfitri 1443 Hijriah, harga telur ayam ras terus merangkak naik di Kota Banjarmasin. Hingga saat ini, harganya menyentuh Rp 30 ribu per kilogram.

Kalimantan Post

Meroketnya harga komoditi yang selalu dicari warga ini dikeluhkan emak-emak. Bagaimana tidak, telur ayam kerap dijadikan sebagai lauk sehari-hari ini harganya tak bersahabat dengan mereka.

Belum lagi harga kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng.

“Iya nih, kaget juga pas mau beli. Saya kira sehabis lebaran harga telur akan turun. Tapi sampai hari ini malah naik terus,” keluh Elly, warga Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Dia mengaku, biasanya membeli telur harganya antara Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu. Namun, beberapa hari belakangan melonjak jadi Rp 30 ribu per kilogram di tingkat eceran.

“Kami jadi serba sulit sekarang. Harga sembako serba mahal. Padahal kebutuhan lainnya juga banyak,” ujarnya.

Ibu rumah tangga satu ini mengaku, mesti pandai-pandai menyiasati untuk pengeluaran dapur dan keperluan hidup lainnya di tengah himpitan harga sandang pangan yang tak mau kompromi dengan masyarakat kecil seperti dirinya.

“Ini beli telur setengah kilo saja. Sisanya buat beli beras, sayur dan bumbu dapur lain. Terpaksa harus lebih cermat supaya cukup uangnya,” ungkapnya.

Meroketnya harga telur ayam ras ini juga dikeluhkan Amel, salah seorang pedagang kue di Handil Bakti, Batola. Dirinya merasa bingung berdagang dengan harga bahan pokok yang serba naik.

“Jualan jadi serba salah, kalau harga bahan pokok pada naik semua. Mau menaikkan harga takutnya pembeli pada lari, apalagi, saat ini orang juga sedang sulit pencarian. Tapi, kalau tidak dinaikkan justru saya bisa rugi,” ucapnya.

Baca Juga :  Dealer JAECOO BOSS Resmi Hadir di Banjarbaru, Tawarkan SUV Premium Teknologi Hybrid dan Listrik

Sementara itu, Burhan, pedagang telur di Pasar Lama, Banjarmasin, juga tak menampik naiknya harga telur ayam rasa ini. Menurutnya, kenaikan terjadi pasca lebaran lalu.

“Lima hari sesudah lebaran naik terus sampai hari ini harga partaian Rp 27 ribu per kilogram. Kalau eceran bisa Rp 30 ribu per kilo,” katanya, saat ditemui Kalimantan Post di kiosnya di kawasan Pasar Lama, Banjarmasin, Kamis (26/5).

Lebih jauh Burhan menuturkan, saat lebaran lalu harganya masih Rp 23 ribu per kilogram, lalu naik bertahap sampai saat ini. Ia sendiri tak mengetahui dengan pasti kenapa harga telur jadi naik.

Meskipun naik, kata Burhan lagi, telur ayam tetap dicari warga. Selain dikonsumsi sebagai lauk, sebagian besar pedagang makanan dan pedagang kue juga memerlukannya.

“Seminggu 3 kali telur masuk. Kami mendatangkan dari lokalan Banjarmasin saja atau mengambil dari peternak di Kalsel. Kalau beli dari Jawa memang sedikit lebih murah, tapi resiko telur pecah selama pengiriman ke Banjarmasin juga tinggi,” imbuh Burhan.

Selain telur ayam ras, ternyata telur itik juga naik. Saat ini harganya menyentuh Rp 2.600 per butir. Sementara telur puyuh naiknya lebih tinggi lagi, jika sebelumnya Rp 260 ribu per ikat (sekitar 960 butir), sekarang harganya naik jadi Rp 360 ribu per ikat. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan