Rantau, KP – Selama kurang lebih 1 tahun pembangunan underpaas di jalan Bitahan Baru Kecamatan Lokpaikat akhirya selesai dan dapat dilalui masyarakat dengan melintas tanpa harus menunggu lalu lalang angkutan batubara.
Senin (30/5/2021) bertempat jalan Bitahan Kecamatan Lokpaikat, Bupati Tapin HM Arifin Arpan meresmikan Jembatan Underpass Bitahan Baru Hasnur Grup dan Padang Karunia Grup.
Peresmian ditandai dengan pemotongan tali pita kembang melati di jembatan underpass secara bersama-sama.
Turut Hadir Putra Almarhum H Sulaiman HB Yuni Abdi Nur Sulaiman, Kapolres Tapin Ernesto Saiser, Dandim 1010 Tapin Letkol Inf Andi Sinrang dan Petinggi Rekan Kerja PT EBL, PT HRS dan PT KPP.
Bupati Tapin HM Arifin Arpan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan bangga atas kepedulian PT Bhumi Rantau Energi dan Padang Kurnia Group telah membangun underpass di jalan Desa Bitahan Baru.Terlebih jalan ini juga merupakan akses Jalan menuju wisata Bendungan Tapin dan Goa Baramban.
“Dengan adanya underpass ini masyarakat yang melintas maupun pihak perusahaan yang membawa angkutan batu bara tidak terganggu lagi,” ucapnya.
Berharap keberadaan underpass ini, dapat didukung dengan penerangan yang memadai, karena dikhawatirkan dapat dijadikan tempat maksiat inilah yang kita hindari rawan kecelakaan.
Bupati juga meminta kepada pihak perusahaan agar dapat terus mendukung inovasi – inovasi yang digagas oleh masyarakat perlu dikembangkan sehingga perusahaan melalui dana CSRnya memiliki peran penting untuk pengembangan lebih lanjut.
“Saya meminta kepada perusahaan agar dapat mendukung dan mengawasi inovasi yang dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.
Sementara Direktur PT Bhumi Rantau Energi Asep Edwin Firdaus mengatakan, syukur alhamdulillah saat ini, kita menyaksikan secara bersama-sama peresmian jembatan underpass yang kami beri nama Jembatan Underpass Bitahan Baru Hasnur Grup dan Padang Karunia Grup.
“ini merupakan bentuk tanggungjawab serta kepedulian seluruh grup perusahaan termasuk PT Bhumi Rantau Energi khususnya terhadap keselamatan, kelancaran, ekonomis, serta lingkungan wilayah operasional perusahaan,” katanya.
Selain jembatan underpass ini, di Desa Bitahan Baru juga kami telah membangun fasilitas lainnya seperti pipanisasi air bersih, komplek agrowisata yang bekerja sama dengan PT. EBL, PT. HRS dan PT. KPP sekaligus mitra kerja dari BRE yang banyak memberikan manfaat untuk masyarakat baik secara ekonomi, pendidikan maupun kesehatan.
“Dengan adanya jembatan underpass ini, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan, keamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan ruas jalan Bitahan – Miawa,” tutupnya.
Sementara General Manager PT BHumi Rantau Energi Feri Januar Feizal melaporkan, pembangunan jembatan ini sudah berlangsung selama kurang lebih 1 (satu) tahun, yang dimulai pada pertengahan Juni 2021 sampai dengan pertengah Mei 2022, yang dikerjakan oleh PT. HCK dengan total anggaran kurang lebih sebesar Rp14.240.976.618,-
“Jembatan ini terbentang di jalan Kabupaten Tapin menuju Miawa tepatnya di desa Bitahan Baru,” katanya.
Adapun Panjang jembatan 36,55 meter, Lebar jembatan 11 meter, Tinggi jembatan dari jalan hauling 6,4 meter, Lebar jalan hauling 19 meter.
“Dengan adanya jembatan underpass ini, diharapkan akan banyak membantu kita semuanya baik masyarakat pada umumnya, ataupun perusahaan pada khususnya. Yang mana mobilisasi antar wilayah selama ini harus melewati jalan hauling terlebih dahulu baik dari arah Rantau menuju Miawa maupun sebaliknya,” pungkasnya. (abd/K-6)















