
Banjarmasin, KP – DPRD Kota Banjarmasin menyatakan akan mendorong upaya Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) dalam upaya target terpenuhinya layanan sanitasi kota ini.
Namun demikian menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah mengatakan, untuk menuju target itu dibutuhkan permodalan memadai.
Awan Subarkah mengungkapkan, dari rapat kerja dengar pendapat dilaksanakan komisi II sedikitnya Perumda PALD membutuhkan penyertaan modal sebesar Rp 11 hingga Rp 15 miliar untuk meningkatkan layanan sanitasi kota ini
” Dana dalam bentuk penyertaan modal itu pun hanya untuk optimalisasi jaringan perpipaan,” kata Awan Subarkah kepada {KP} Jumat (8/7/2022).
Ia mengungkapkan, saat ini mendesak diprogramkan Perumda PALD diantaranya pemasangan pipa dari kawasan Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Ahmad Yani, hingga simpang Jalan Jati, dengan sasaran pelanggan yakni hotel, perkantoran, restoran di kawasan itu.
Selanjutnya, upaya pengembangan layanan pembuangan air limbah terpusat kawasan Jalan Sultan Adam dan sekitarnya.
Diungkapkan meski proyek IPAL primer di kawasan Jalan Sultan Adam sudah selesai dibangun sekitar tahun 2017 lalu, namun sampai sekarang belum mampu dioperasikan.
” Salah satu kendala dihadapi adalah karena tidak adanya ketersediaan anggaran untuk menyediakan jaringan perpipaan sekunder di kawasan itu,”ujarnya.
Menurutnya, jika dibebankan kepada Perumda PALD untuk meningkatkan pengembangan layanan sanitasi tersebut saat ini tentunya belumlah mungkinkan.
“Karena itu untuk mengejar target layanan sanitasi di kota ini , maka mau tidak mau harus ada suntikan penyertaan modal yang harus diberikan kepada PALD,” kata Awan Subarkah.
Sebelumnya beberapa waktu lalu Direktur Utama Perumda PALD Endang Waryono menyebut, suntikan dana berupa penyertaan modal dari APBD Kota Banjarmasin saat ini sangatlah diperlukan guna meningkatkan layanan sanitasi.
Menurutnya, saat ini di Banjarmasin layanan sanitasi khususnya pembuangan limbah terpusat melalui Perumda PALD baru sekitar 5 persen dengan sebanyak 7000 pelanggan.
” Padahal kita sudah menargetkan layanan hingga sekitar 15 persen hingga tahun 2024,” demikian kata Endang Waryono. (nid/K-3)















