Kandangan, KP – Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), telah melakukan penyusunan tahap akhir, untuk dokumen kajian potensi dan peta investasi kampung bambu Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten HSS mendengarkan ekspos penyusunan dokumen tersebut, Rabu (23/11/2022) lalu di Aula Rakat Mufakat Kantor Sekretariat Daerah setempat.
Kabupaten HSS memiliki potensi besar akan tanaman bambu. Dari 2000 hektare lebih bambu di Kalimantan Selatan, sebagian besar berada di daerah Loksado, HSS.
Kajian tersebut bertujuan membuat pemetaan potensi tanaman bambu, mulai dari sebaran tanaman dan hutan bambu, jenis manfaat bambu, budidaya dan industri kerajinan bambu di Kabupaten HSS.
Lalu, untuk menjelaskan model pengembangan investasi oleh pemerintah, pelaku usaha, masyarakat petani bambu, pengrajin bambu, dan wisata bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Serta, untuk menganalisis keterkaitan pengembangan investasi pariwisata berbasis bambu, dari hulu ke hilir di Kabupaten HSS.
Sekda Kabupaten HSS Muhammad Noor mengatakan, saat dokumen kajian tersebut bisa diselesaikan harapannya adalah merealisasikannya untuk terus dikembangkan, utamanya untuk perkembangan kampung bambu di Kecamatan Loksado.
Sekda berharap, hasil hasil penelitian tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat.
“Kita berharap tahun ini dan tahun-tahun ke depan, hasil penelitian yang kita hasilkan berkat kerja sama pemerintah daerah dengan ULM, bisa kita kawal untuk kita kembangkan ke depannya,” ucapnya.
Ekspos tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten HSS Elyani Yustika, serta para pejabat SOPD terkait. (tor/K-6)















