Bandung, KP – Komisi II DPRD Kalsel berupaya mendorong daya saing penjualan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), salah satunya dengan memperbaiki kemasan produk tersebut.
“Kita perlu memperbaiki kemasan produk UMKM agar bisa bersaing dengan produk lainnya di pasar global,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, HM Iqbal Yudianoor, usai studi komparasi ke UPTD Industri Olahan Pangan dan Kemasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Jumat (6/1/2023), di Bandung.
Iqbal Yudiannoor mengatakan, studi komparasi kali ini untuk belajar meningkatkan kualitas produk yang di hasilkan UMKM yang ada di Kalsel, sehingga dapat bersaing di pasar global (ekspor), seperti produk unggulan dari provinsi lain.
“Kita kesini belajar agar rumah kemasan yang ada di Kalsel bisa seperti di Jawa Barat, sehingga produk UMKM bisa berkembang dan bernilai ekspor,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Iqbal Yudianoor mengungkapkan, banyak hal yang dipelajari di Jawa Barat ini, seperti rumah kemasan mobile (bergerak), serta jasa konsultasi dan desain gratis bagi produk UMKM.
“Rumah kemasan yang ada di kabupaten/kota yang ada di Kalsel diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan provinsi,” ujar Iqbal Yudiannor, yang menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Kalsel dan Bank Kalsel.
Hal ini menjadi satu kesatuan dan menjadi lebih besar, yang nantinya berdampak pada produk yang lebih bagus dan berkualitas.
“Jadi kemungkinan untuk melakukan ekspor lebih besar,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Sementara itu, Tim Penyusun Rencana Pengembangan Usaha, UPTD Industri Olahan Pangan dan Kemasan Jawa Barat, Rizki Umami Hijazi mengatakan, kunjungan ini dalam rangka meningkatkan produk dari daerah masing-masing.
“Tidak hanya Kalsel yang belajar, kita juga saling tukar informasi untuk meningkatkan produk UMKM,” tambahnya.
Selain itu, juga dalam pengemasan produk yang memerlukan kreativitas dan informasi dari daerah lain demi kemajuan bersama dan sebagai pelaksanaan tugas melayani masyarakat. (lyn/K-1)















