Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Inflasi di Kalsel Membaik Juli 2023

×

Inflasi di Kalsel Membaik Juli 2023

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru, KP – Harga-harga bahan pokok di Kalsel berangsur membaik. Hal itu tidak terlepas dari membaiknya tingkat inflasi pada Juli 2023.

“Alhamdulillah untuk Kalsel inflasinya terkendali seperti dengan bulan-bulan sebelumnya,” ungkap, Pelaksana Tugas (PLT) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suparmi.

Kalimantan Post

Suparmi menyampaikan, inflasi bulanan di Kalsel pada Juli minggu ke dua terkendali seperti dengan bulan-bulan sebelumnya. Bahkan di empat kabupaten untuk minggu kedua Juli ini mengalami minus Indeks Perkembangan Harga (IPH), yaitu Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, dan Banjarbaru.

Ia melanjutkan, terdapat beberapa komoditas yang menjadi penahan inflasi di Kalsel, yakni dari komoditas daging ayam ras, cabai rawit, udang basah, bawang putih dan pisang.

“Alhamdulillah ini upaya Pemprov Kalsel dalam rangka pengendalian inflasi tergolong sesuai dengan yang diharapkan,” tutupnya.

Sementara itu, saat rapat koordinasi pengendalian inflasiz Mendagri Tito Karnavian, meminta daerah yang tingkat inflasinya tinggi untuk segara melakukan langkah tepat agar laju inflasi terkendali sebagaimana arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Pasalnya, tingkat inflasi yang tinggi dapat merusak struktur ekonomi dan dapat menimbulkan ketidakstabilan harga pangan di pasaran.

“Meskipun inflasi membaik, secara nasional 3,52 persen, tetapi angka inflasi di tingkat daerah juga terjadi variasi, ada yang rendah sekali, tapi juga ada (daerah) yang tinggi, ada yang sampai 5 persen,” ujar Tito.

Melihat kondisi tersebut, Mendagri pun mengimbau agar ke depan daerah dengan tingkat inflasi rendah dapat terus dipertahankan. Sebab inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Dengan begitu, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun sebaliknya, inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak negatif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Kunjungi Kemenhaj Kalsel dan Asrama Haji, Sandi Fitrian Noor Soroti Peningkatan Fasilitas Embarkasi

“Kepada daerah yang rendah inflasinya agar terus dipertahankan, dan kepada daerah yang tinggi inflasinya untuk sesegera mungkin membuat gerakan,” tegasnya.

Tito meminta kepada daerah yang mengalami inflasi tinggi agar segara mencari akar permasalahan terutama dari sisi suplai dan demand. (mns/K-2)

Iklan
Iklan