Banjarmasin, KP – Upaya menangani kejadian stunting di Kalsel, khususnya di Kota Banjarmasin, Tim Pengabdian Universitas Lambung Mangkurat melakukan pendampingan pemetaan stunting berdasarkan waktu dan cluster.
Kegiatan pendampingan pemetaan ini bekerja sama dengan Puskesmas Pekauman yang melibatkan beberapa profesi, seperti Kepala Puskesmas, Dokter, Perawat, Bidan, Ahli Gizi, Promosi Kesehatan, Surveilans dan Kesehatan Lingkungan, Kamis (20/7) kemarin.
”Kegiatan ini bertujuan menggambarkan faktor penyebab kejadian stunting secara ruang dan kewilayahan yang dapat membantu pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan yang tepat sasaran, mengingat stunting sendiri merupakan masalah yang multifaktoral,” kata Perwakilan Ketua Pengabdian Masyarakat ULM Hadrianti HD Lasari SKM MPH, kepada KP, Jumat (4/8) di Banjarbaru.
Inti kegiatan ini, juga mengenalkan Aplikasi SaTScan untuk pemetaan kasus berdasarkan waktu dan cluster dan pengenalan Quantim GIS (QGIS) untuk memetakan kejadian stunting.
Selain pengenalan peserta, kegiatan juga langsung praktik membuat peta berdasarkan data stunting di Puskesmas Pekauman.
”Pendampingan ini akan terus berlanjut selama 1 bulan dan dampak jangka panjang kegiatan ini, selain dapat dimanfaatkan terhadap kejadian stunting, pemetaan berdasarkan waktu dan cluster dapat diimplementasikan pada kejadian penyakit lainnya,” kata Hadrianti.
Dia pun berharap, melalui kegiatan ini, dapat membantu mengidentifikasi daerah yang memerlukan intervensi maupun mengevaluasi program yang telah ada, sehingga menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
”Penggambaran kejadian stunting dalam bentuk pemodelan berupa grafis pemetaan melalui aplikasi QGIS, diharap dapat mendukung kebijakan pemerintah terkait one map policy,” pungkasnya. (Wan/K-3)











![Sinergi TNI–Polri dan Instansi Vertikal[]Tatah Makmur 'Tidak Bebas Narkoba' 8 IMG 20260429 WA0047](https://kalimantanpost.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260429-WA0047-350x220.jpg)



