Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Kakek Pedagang Mainan Tewas Gantung Diri

×

Kakek Pedagang Mainan Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
6 HL Gantung Diri 3klm
GANTUNG DIRI – Warga disaksikan anggota polisi dan TNI memasukkan jenazah kakek korban gantung diri ke kantong mayat.(KP/Antara)

Korban selama ini tidak pernah mengeluhkan sakit namun sekitar satu minggu yang lalu korban pingsan saat berjualan di pasar.

TANJUNG, KalimantanPost.com – Seorang kakek berinisial P berusia 65 tahun ini ditemuakn tewas gantung diri di kamar rumahnya di Kelurahan Mabuun RT 12 Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, Rabu (13/12).

Kalimantan Post

“Korban ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dan keseharian korban tinggal seorang diri dengan bekerja sebagai penjual mainan di Pasar Mabuun,” kata Kapolres Tabalong AKBP Anib Bastian.

Kapolres mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang yang biasa mengantarkan makanan untuk korban.

Saat itu, katanya, tetangganya tersebut memanggil korban, namun korban tidak menjawabnya.

Tetangga korban kemudian mencoba mencari tahu dengan mengintip lewat ventilasi rumah korban.

Sontak mereka kaget setelah melihat kakek penjual mainan ini dalam kondisi leher tergantung.

Tetangga korban dibantu warga lainnya kemudian mendobrak pintu untuk memastikan kondisi korban.

Setelah memeriksa, warga memastikan korban sudah meninggal dunia dan kemudian memberitahukan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Tabalong yang dipimpin Iptu Galih Putra Wiratama bersama Kaolsek Murung Pudak Iptu Suwito kemudian datang ke lokasi untuk mengamankan dan mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Usai olah TKP, jenazah korban kemudian dibawa ke di RSUD Badarudin Kasim Maburai untuk divisum.

Berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Badarudin Kasim Maburai, terdapat bekas melingkar pada leher korban dikarenakan kekerasan benda tumpul.

Selain itu, kesimpulan awal ditemukan bintik perdarahan di pergelangan kaki kiri dan kanan korban.

Tidak diketahui jelas motif korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

“Pengakuan warga sekitar, korban selama ini tidak pernah mengeluhkan sakit namun sekitar satu minggu yang lalu korban pingsan saat berjualan di pasar,”
ungkap Anib.

Baca Juga :  Ternyata, Bupati Pemalang Peras Jajaran dan Swasta Demi Urus Perkara di KPK

Pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi dan menerima kejadian yang dialami korban karena musibah dan bersedia membuat pernyataan.(ant/K-4)

Iklan
Iklan