SAMPIT, Kalimantanpost.com – Pembangunan di Bidang Pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Pemprov) Kalteng.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran mengatakan, berdasarkan data BPS di Kalteng terdapat 30 persen lulusan SMA yang berkesempatan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, selebihnya tidak bisa melanjutkan kuliah disebabkan masih banyak anak-anak yang tidak mampu atau dari keluarga miskin.
“Rencana kita akan membangun universitas modern di Kota Palangka Raya, untuk mencetak sumber daya manusia Kalteng yang unggul,” ujarnya sewaktu melakukan kunjungan kerja ke Sampit Kotawaringin Timur, kemarin.
Saat ini, lanjut Sugianto, Kalteng telah melakukan kerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), IPB Bogor dan Unversitas Indonesia (UI) Jakarta, sehingga nantinya bisa menerima anak-anak Kalteng yang miskin.
“Sekitar 30 – 40 persen anak-anak kurang mampu akan digratiskan untuk melanjutkan pendidikan di universitas ini dan tidak perlu lagi pergi keluar Kalteng untuk kuliah,” ucap Gubernur.
Untuk bidang kesehatan, kata dia, juga sangat penting, karena kondisi kesehatan adalah salah satu faktor penentu kualitas kerja. Namun, rumah sakit yang ada di Kalteng saat ini belum mampu untuk mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Terinspirasi dari hal ini dipandang perlu untuk membangun rumah sakit yang bisa menyentuh pelayanan terbawah bagi kesehatan masyarakat Kalteng,” tandasnya.
Menurut Gubernur, tujuannya membangun rumah sakit supaya orang Kalteng tidak berobat keluar dari Kalteng. Kedepannya rumah sakit ini bisa menjadi rujukan nasional maupun internasional, namun harus ada tekad, inspirasi dan imajinasi untuk membangun Kalteng.
Demikian pula dengan pembangunan infrastruktur sangat penting untuk membuka akses masyarakat Kalteng, baik akses jalan maupun jembatan sehingga tidak ada lagi desa yang terisolir di Kalteng.
Gubernur Kalteng juga telah menyepakati anggaran untuk bantuan Kepala Desa sebesar Rp.10.000.000, yang nantinya langsung disalurkan ke rekening desa.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDes) Kalteng Aryawan menjelaskan kegiatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di bidang pembinaan dan pengawasan dalam penataan batas desa terutama sekali dalam capaian progres penyelesaian batas administrasi wilayah pemerintahan.
Selanjutnya, bertujuan untuk pemantauan penyelenggaraan pemerintah desa, melakukan monitoring dan evaluasi progres capaian penetapan dan penegasan batas desa, memantapkan pelaksanaan administrasi batas wilayah desa se Kabupaten Kotim, serta meningkatkan pengetahuan aparatur pemerintah daerah tentang teknis penegasan batas wilayah desa/kelurahan.
Dengan demikian, menurut Aryawan, akan terciptanya tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu Desa yang memenuhi aspek teknis dan yuridis.
“Diharapkan proses penetapan dan penegasan batas desa dapat terlaksana dengan baik, sehingga capaian Progres Penetapan Peraturan Bupati tentang penetapan dan penegasan batas desa di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat maksimal,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Bupati Kotim Halikinnor, Anggota DPR RI Dapil Kalteng Agustiar Sabran, sejumlah Kepala Perangkat Daerah Kalteng terkait, serta Kepala Desa se Kabupaten Kotawarigin Timur. (drt/KPO-3)















