BARABAI, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Wakil Bupati Gusti Rosyaldi Elmi secara resmi membuka kegiatan Madrasah Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Ash-Shulaha Barabai, Selasa (24/02/2026).
Dalam sambutan Bupati HST Samsul Rizal yang dibacakan Wakil Bupati mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dewan Kemakmuran Masjid Ash-Shulaha, seluruh panitia pelaksana, Dinas Pendidikan, serta para dewan guru yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut.
Menurutnya, Madrasah Ramadhan merupakan investasi moral dan spiritual bagi generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pembinaan keimanan dan akhlak menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Wakil Bupati saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan, Madrasah Ramadhan menjadi ruang pendidikan strategis bagi anak-anak untuk tidak hanya belajar membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, adab, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah sebagai benteng moral masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab HST berharap kegiatan ini mampu menanamkan tiga nilai penting bagi generasi muda, yakni memperkuat keimanan sebagai pondasi hidup, membangun akhlakul karimah sebagai identitas diri, serta menumbuhkan semangat belajar dan berkontribusi bagi daerah.
Kepada para peserta Madrasah Ramadhan, Wakil Bupati berpesan agar momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperdalam ilmu agama, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal melanjutkan estafet pembangunan daerah di masa mendatang.
Selain itu, ia juga mengajak para orang tua dan guru untuk terus bersinergi dalam pendidikan karakter generasi muda, karena pembentukan karakter tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan masjid.
Pemkab HST berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai religius dan pembangunan karakter masyarakat.
“Daerah yang maju bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan iman dan akhlak warganya,” tegasnya.(adv/ary/KPO-4).















