Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

‎Program MBG Selama Ramadan Dinilai Tepat, FKUB HSS Tekankan Saling Menghormati

×

‎Program MBG Selama Ramadan Dinilai Tepat, FKUB HSS Tekankan Saling Menghormati

Sebarkan artikel ini
IMG 20260226 WA0015 scaled e1772094376495
‎DUKUNGAN- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, KH. Mochjar Dahri, memberikan keterangan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (Kallimantanpost.com/Devi)

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, KH Mochjar Dahri, menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tetap berjalan dalam semangat toleransi dan kebersamaan antar umat beragama.

‎Menurutnya, meski belum dibahas secara khusus dalam forum resmi, mekanisme pembagian makanan yang tidak dikonsumsi langsung pada siang hari, melainkan dibawa pulang oleh peserta didik, merupakan langkah yang tepat dan bijak. Skema tersebut dinilai tidak menjadi persoalan bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, karena makanan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka.

‎“Bagi peserta didik non-Muslim, makanan tetap dapat dinikmati setelah kegiatan sekolah selesai atau disimpan terlebih dahulu. Yang terpenting adalah saling menghormati,” ujar Mochjar Dahri.

‎Ia menegaskan, toleransi harus berjalan dua arah. Mereka yang tidak berpuasa diharapkan tidak makan dan minum di hadapan teman yang sedang berpuasa sebagai bentuk penghormatan.

‎ Di sisi lain, umat yang berpuasa juga tetap menghargai hak mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa. Dengan sikap saling menghormati tersebut, ia meyakini potensi gesekan sosial dapat dihindari.

‎Lebih lanjut, Mochjar Dahri menilai program sosial seperti MBG berpotensi menjadi momentum memperkuat solidaritas lintas agama di daerah. Selama pelaksanaannya memperhatikan sensitivitas bulan Ramadan, program ini justru dapat menjadi contoh nyata kolaborasi sosial yang menjaga harmoni di tengah keberagaman.

‎Terkait kemungkinan adanya perbedaan pandangan di masyarakat, ia menyatakan FKUB akan mengedepankan dialog dan edukasi sebagai langkah penyelesaian.

‎ Ia juga menekankan pentingnya evaluasi karena program tersebut masih relatif baru. Masukan dan kritik masyarakat akan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan ke depan semakin baik tanpa mengurangi nilai toleransi dan kebersamaan yang telah terbangun.(dev/KPO-3)



Baca Juga :  Kelompok Tawuran Bersimpuh di Pangkuan Ibu
Iklan
Iklan