Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

PSIS Semarang Beri Sinyal Peringatan Dini Buat Barito Putera

×

PSIS Semarang Beri Sinyal Peringatan Dini Buat Barito Putera

Sebarkan artikel ini
IMG 20260330 WA0031 e1774858201968
Striker gaek PSIS Semarang, Alberto "Beto" Goncalves. (Kalimantanpost.com/Repro ILeague)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sinyal peringatan dini buat Barito Putera ditebarkan calon lawannya PSIS Semarang dalam pertandingan pekan ke-23 Championship 2025/2026 pada Minggu (5/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Peringatan jangan menganggap remeh Tim Mahesa Jenar tersebut dengan keberhasilan membantai Persipal FC
6-1 dalam lanjutan pekan ke-22 Grup 2 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Jatidiri, Minggu (29/3) malam.

Kalimantan Post

Sebaliknya, dipertandingan Minggu (29/3) sore, tim Laskar Antasari hanya bermain imbang 1-1 melawan Persiku Kudus di depan publiknya sendiri.

Begitu kuatnya PSIS Semarang tak lepas perombakan besar-besaran dengan merekrut 19 pemain anyar oleh manajemen baru diantaranya bomber Alberto “Beto” Goncalves, Esteban Vizcarra, Otavio Dutra dan lain-lain.

Mantan striker naturalisasi asal Brazil, Beto membuat hatrick ke gawang Persipal FC yakni menit 22, 73 dan 90.

Lalu, tiga lainnya oleh Esteban Vizcarra (45′), Muhammad Dani (69′), dan penalti bek senior Otavio Dutra (84′). Tim tamu hanya mampu mencuri satu gol hiburan lewat Afandi di masa injury time yang mencapai 14 menit.

Dikutip dari laman ILeague, daya tarik utama pertandingan antara PSIS melawan Persipal FC tertuju pemain gaek, Beto. Di usia 45 tahun—angka yang bagi banyak pemain berarti masa pensiun— justru tetap menjadi momok mengerikan. Perjalanan kariernya di musim ini pun penuh dinamika.

Sebelum berseragam Biru Tengah, ia sempat membela Persela Lamongan. Catatannya cukup kontras: hanya mengemas 1 gol dari 10 laga di Lamongan, namun mendadak “meledak” bersama PSIS dengan torehan 4 gol hanya dari 8 pertandingan.

Angka yang mungkin terlihat sederhana, namun menjadi istimewa jika mengingat usianya yang telah menginjak 45 tahun. Transformasi ini bukan kebetulan. Sejak debut di Indonesia pada 2008, Beto dikenal sebagai penggila latihan.

Baca Juga :  Kendal Tornado FC Bakal Sulitkan PSS Sleman

Tak hanya di level klub, kontribusi Beto untuk Timnas Indonesia juga tak bisa diabaikan. Sejak debut pada 2018, ia telah mengoleksi 12 caps dengan torehan 10 gol—rasio yang menunjukkan naluri golnya tetap tajam di panggung internasional.

Profesionalisme itu pula yang membuat Beto bukan sekadar pelengkap kuota pemain senior. Ia adalah anomali di tengah sepak bola modern yang menuntut kecepatan fisik ekstrem. Baginya, setiap gol adalah cara untuk membungkam skeptisisme publik mengenai usia.

Pundi-pundi golnya masih berpotensi bertambah. Apalagi di saat rekan seangkatan sudah lama gantung sepatu, Beto tetap berdiri tegak di garis depan.

Ia membuktikan selama gairah masih ada di dada dan insting predator belum pudar, waktu hanyalah deretan angka yang tunduk pada dedikasi. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan