BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Persiapan jauh-jauh dilakukan cabang olahraga kempo Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mempersiapkan atletnya menghadapi pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2027 di Sumatera Barat.
Salah satu langkah yang diambil Pengprov Perkemi Kalsel dengan menggelar seleksi untuk team Pra PON atlet Banua.
“Sebanyak 30 orang mengikuti seleksi berasal dari 9 Kabupaten/Kota se Kalsel pada 5 Juli di GOR SKB Mulawarman Banjarmasin,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Perkemi Kalsel, Thoyyibah, Jumat (10/7/2026) malam.
Menurut peraih medali perunggu di PON XXI 2024 di Aceh – Sumatera Utara, atlet yang dipanggil mengikuti seleksi merupakan kenshi yang memiliki prestasi pada kejuaraan daerah khusus Porprov XII 2025 maupun nasional, aktif mengikuti program latihan, memiliki disiplin yang baik, serta memenuhi persyaratan usia dan administrasi yang telah ditetapkan.
“Ada pun tes fisik yaitu bleep test untuk mengukur daya tahan jantung dan paru, sit up untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut,” ucapnya.
Ditambahkan Thoyyibah, tes lainnya yakni flexiometer untuk mengukur kelenturan tubuh. Tes medicine ball throw 3 kg untuk mengukur kekuatan otot lengan dan bahu dan terakhir standing broad jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai.
“Komponen tersebut merupakan kemampuan fisik dasar yang sangat dibutuhkan atlet kempo untuk menunjang performa saat bertanding,” tandasnya
Dijelaskan Thoyyibah, tujuan tes ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik atlet, memilih atlet terbaik yang memenuhi standar, serta menyusun program latihan yang sesuai sebagai persiapan menghadapi Pra PON tahun 2027 yang akan datang..
“Rencananya atlet akan dipilih menyesuaikan dengan kelas atau nomor yg ada di Pra PON serta mempertimbangkan dengan anggaran yang tersedia,” tegasnya.
Hasil tes fisik akan dikombinasikan dengan penilaian teknik, kemampuan bertanding (sparring), kedisiplinan, serta evaluasi pelatih sebelum menentukan atlet yang lolos
Thoyyibah mengungkapkan hasil seleksi ini akan diumumkan setelah seluruh proses penilaian selesai dan ditetapkan oleh tim pelatih serta pengurus.
“Kami berharap atlet yang lolos dapat berlatih dengan disiplin, menjaga kondisi fisik dan mental, serta mampu memberikan prestasi terbaik bagi Kalsel pada ajang Pra PON yang akan datang,” ungkapnya.
Dikesempatan itu, Thoyibbah mengatakan tantangan terbesar adalah meningkatkan kondisi fisik atlet agar mencapai performa puncak, menjaga konsistensi latihan, menghindari cedera, dan meningkatkan kemampuan teknik serta mental bertanding.
“Bagi atlet yang lolos, jadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Bagi yang belum lolos, tetap semangat berlatih karena masih banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuan pada seleksi dan kejuaraan berikutnya,” ungkapnya.
Thoyyibah berharap dengan persiapan cukup panjang agar di Pra PON nanti banyak atlet kempo yang lolos ke PON XII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Jakarta, bukan hanya mempertahankan dua medali perunggu yang dicapai PON XXI Aceh, tetapi juga berupaya meningkatkan prestasi dengan meraih hasil yang lebih baik, termasuk peluang memperoleh medali perak atau emas.
Anggota Binpres Perkemi Kalsel menambahkan di tes itu di nomor Randori dan Embu.
“Nantinya yang lolos seleksi tes akan mengikuti mengikuti pemusatan latihan desentralisasi di daerah masing-masing dan dua bulan sekali latihannya dipusatkan di Banjarmasin,” pungkas Nurhadi.
Di PON XXI tahun 2024 di Aceh, kempo menyumbangkan dua medali perunggu melalui Rizky Kurnia Nugraha di randori putra kelas 70 kg dan Thoyibah yang bertarung di nomor randori putri kelas >50 – 55 kg. (ful/KPO-3)















