BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat kembali digelar anggota DPRD Kota Banjarmasin di wilayah Banjarmasin Utara, Sabtu (4/4/2026). Kali ini, giliran warga di Jalan HKSN Komplek AMD Permai Blok F3 dan Jalan Alalak Tengah RT 24 Komplek Zaini Ghani yang menyampaikan berbagai keluhan mereka.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Rayhan Ananto, hadir langsung menyerap aspirasi warga. Suasana reses berlangsung terbuka, warga tanpa ragu menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi sehari-hari.
Sejak awal kegiatan, berbagai persoalan langsung disampaikan. Mulai dari infrastruktur dasar hingga kebutuhan pendidikan yang dirasakan masih belum merata.
Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah kondisi infrastruktur jalan. Warga menyebut jalan di area gerbang komplek mengalami kerusakan cukup parah dan membahayakan pengguna yang melintas setiap hari.
Kerusakan ini dinilai mendesak untuk segera diperbaiki, mengingat tingginya mobilitas warga yang menggunakan akses tersebut. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi memicu kecelakaan.
Menanggapi hal itu, Rayhan Ananto menegaskan perbaikan infrastruktur jalan akan menjadi salah satu prioritas yang akan didorong ke dinas terkait.
“Jalan ini memang sering dilalui warga, jadi kalau kondisinya rusak tentu harus jadi perhatian, kita akan dorong agar bisa segera masuk dalam perbaikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, warga juga menyampaikan kebutuhan akan penambahan penerangan jalan. Minimnya lampu penerangan membuat kawasan tertentu menjadi gelap pada malam hari dan menimbulkan rasa tidak aman.
“Penerangan ini penting, bukan cuma soal terang atau gelap, tapi juga soal rasa aman warga, ini juga akan kita koordinasikan,” lanjutnya.
Permasalahan lain yang ikut mencuat adalah kondisi lahan di depan SMP 13 yang dinilai perlu ditinggikan. Warga mengaku area tersebut sering tergenang saat hujan, sehingga mengganggu aktivitas pelajar maupun masyarakat sekitar.
“Kalau memang sering tergenang, berarti harus ada solusi teknis, apakah ditinggikan atau diperbaiki drainasenya, ini nanti kita bahas dengan dinas terkait,” jelasnya.
Selain infrastruktur, persoalan air bersih juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan pasokan air dari PDAM yang tidak stabil akibat mesin pompa yang sudah tua dan tidak lagi bekerja optimal.
“Air ini kebutuhan utama, kita minta PDAM bisa segera menindaklanjuti, apalagi kalau memang kendalanya di mesin pompa,” tegasnya.
Di sisi lain, isu pendidikan juga tak luput dari perhatian. Warga menanyakan terkait bantuan beasiswa kuliah serta kejelasan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak mereka.
Menanggapi hal tersebut, Rayhan memastikan bahwa sektor pendidikan juga menjadi perhatian penting, termasuk mendorong akses beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Untuk beasiswa dan KIP, kita dorong agar datanya tepat sasaran, jangan sampai ada yang berhak tapi tidak dapat, ini akan kita bantu kawal,” ujarnya.
Ia juga mendorong warga untuk aktif dalam proses pengajuan, baik untuk bantuan pendidikan maupun perbaikan infrastruktur, agar bisa segera diproses oleh pemerintah.
“Kita bantu dorong, tapi warga juga perlu melengkapi administrasi dan proposal supaya pengajuannya jelas dan bisa cepat ditindaklanjuti,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aspirasi yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Banjarmasin Utara. (nug/KPO-3)















