GUBERNUR Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Provinsi, Hj. Fathul Jannah, bersama Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua BKOW Kalsel, Hj. Ellyana Trisya menghadiri Puncak Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru, Senin (20/4).
Acara dipadati ribuan masyarakat dihadiri pula oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurrofiq dan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin, Walikota/Bupati se-Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Forkopimda Kalsel dan Kota Banjarbaru, serta tampak pula hadir Gubernur Kalsel Periode 2016-2024 H. Sahbirin Noor, Walikota Banjarbaru periode 2010-2015 Ruzaidin Noor dan Walikota Banjarbaru 2021 Darmawan Jaya Setiawan, serta tamu undangan dari pemerintah pusat maupun daerah di Kalsel, termasuk Kota Banjarbaru sendiri.
H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Kota Banjarbaru yang dinilai semakin menunjukkan kemajuan signifikan sebagai ibu kota provinsi.
“Peringatan ini, sebagai wujud rasa syukur, rasa memiliki, dan rasa menyayangi, terhadap kota banjarbaru, yang telah memberikan tempat yang nyaman bagi kehidupan kita.
Dengan mensyukuri perjalanan 27 tahun kota Banjarbaru ini, Insya w, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kota idaman ini akan semakin berkah.
Kita semua, sangat bergembira menyaksikan, berbagai perkembangan pembangunan di kota Banjarbaru,” ucap Gubernur.
Gubernur mengajak kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kita semua tentu sangat bersyukur, dengan berbagai capaian keberhasilan pembangunan, yang diraih kota banjarbaru.
Tugas kita bersama untuk merawat, dan sekaligus meningkatkan pembangunan yang sudah diwujudkan,” tutup Gubernur.
Puncak peringatan Hari Jadi Kota Banjarbaru ke 27, lagu kebangsaan Indonesia dinyanyikan bersama, dengan Konduktor adalah Antea Putri Turk yang merupakan Cicit dari keluarga besar W.R. Supratman, yang dilanjutkan persembahan tarian kolosal Lumbung Kehidupan yang melibatkan 100 orang yang berasal dari sejumlah sanggar tari yang dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas). yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, juga ditampilkan video refleksi perjalanan pembangunan Kota Banjarbaru selama 27 tahun, yang menggambarkan capaian serta semangat kolaborasi menuju kota yang maju dan berkelanjutan. (adv/K-2)















