BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Suasana kebersamaan dan semangat baru mewarnai peringatan hari jadi ke-38 Barito Putera yang digelar di halaman Stadion 17 Mei, Selasa (21/4/2026) sore.
Momentum ini tak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol penguatan ekosistem klub melalui kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mengusung tema “Energy with Brave”, perayaan diawali dengan pembacaan syair maulid habsy, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, bersama sang istri. Nuansa religius dan kekeluargaan terasa kental dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini digelar di area depan stadion yang menjadi markas kebanggaan Laskar Antasari. Selain itu, manajemen turut menghadirkan bazar UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Hasnuryadi Sulaiman menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan tekad untuk melangkah berani dalam membangun klub ke arah yang lebih baik.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi semangat untuk memulai langkah dengan keberanian, termasuk dalam mengembangkan industri sepak bola dan ekosistemnya,” ujarnya.
Ia menilai Stadion 17 Mei memiliki potensi besar bukan hanya sebagai venue pertandingan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi. Keterlibatan UMKM dalam perayaan ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
“Kita ingin stadion ini menjadi salah satu sentra kegiatan, termasuk bagi UMKM. Apalagi dengan kehadiran Wakil Menteri UMKM yang juga pembina Barito Putera, ini menjadi berkah bagi kita untuk terus membina pelaku usaha,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza yang memberikan apresiasi terhadap langkah Barito Putera dalam mengintegrasikan olahraga dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, membangun sebuah tim sepak bola tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga komunitas.
“Ini bukan hanya soal industri olahraga, tetapi juga membawa nilai sosial dan ekonomi, terutama bagi UMKM. Apa yang dilakukan Barito Putera ini adalah warisan yang sangat berharga,” ungkapnya.
Ia juga berharap sinergi antara klub dan UMKM dapat terus diperkuat sehingga memberikan dampak berkelanjutan, sekaligus mendorong Barito Putera kembali meraih prestasi di kancah nasional.
Rangkaian peringatan ditutup dengan kunjungan ke stan bazar UMKM bersama jajaran manajemen, Wamen UMKM, serta para suporter. Kehadiran bazar ini menjadi ruang promosi sekaligus peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih luas.
Memasuki usia ke-38, Barito Putera diharapkan semakin solid, tidak hanya dalam prestasi di lapangan, tetapi juga dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (Opq/KPO-1)















