Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Minat Baca Masih Rendah, Pemko Banjarmasin Dorong Literasi Jadi Budaya

×

Minat Baca Masih Rendah, Pemko Banjarmasin Dorong Literasi Jadi Budaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260423 WA0023 scaled e1776941615390
BUNDA LITERASI - Kegiatan Bunda Literasi 2026 di Rattan Inn Hotel, Kamis (23/4/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Humas)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Upaya memperkuat budaya literasi di Kota Banjarmasin kembali ditegaskan melalui kegiatan Bunda Literasi Tahun 2026 yang digelar di Rattan Inn Hotel, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi terhadap masih rendahnya minat baca di tengah derasnya arus informasi digital.

Kalimantan Post

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti persoalan literasi kini sudah berada pada tahap yang tidak bisa lagi dianggap sepele.

Ia menilai kemampuan memahami dan mengolah informasi menjadi kunci penting agar masyarakat tidak tertinggal di era digital.

“Kemampuan literasi hari ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar, tanpa itu, kita akan tertinggal bukan karena tidak punya potensi, tetapi karena tidak mampu mengolah informasi dengan baik,” tegasnya di hadapan peserta.

Momentum kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini juga dimaknai sebagai pengingat akan pentingnya pendidikan dan peran perempuan dalam membangun keluarga yang literat.

Menurut Yamin, semangat Kartini tidak hanya soal emansipasi, tetapi juga tentang bagaimana perempuan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang gemar belajar.

“Jika kita ingin Banjarmasin maju dan sejahtera, fondasinya harus dimulai dari masyarakat yang gemar belajar, literasi harus menjadi budaya, bukan sekadar program,” lanjutnya.

Ia juga mendorong langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan di lingkungan keluarga, seperti membiasakan membaca setiap hari, menghadirkan sudut baca di rumah, hingga meningkatkan pemahaman literasi digital.

Bahkan, ia menyinggung literasi lingkungan sebagai bagian dari kesadaran hidup, termasuk dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin ini diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari Bunda Literasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Tim Penggerak PKK, serta para pegiat literasi.

Baca Juga :  Wawali Ajak Perempuan Jadi Kunci Pengelolaan Sampah Mandiri

Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, M Ikhsan Alhak, menjelaskan gerakan literasi yang dibangun selama ini terus didorong secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai penguatan peran Bunda Literasi menjadi salah satu kunci agar program tidak berhenti di tingkat wacana.

“Sejak pelantikan Bunda Literasi di berbagai tingkatan, kami terus mengupayakan kegiatan lanjutan, hari ini menjadi bagian dari penguatan peran melalui arahan dan pembinaan langsung,” jelasnya.

Dengan keterlibatan berbagai pihak dan pendekatan berbasis kebiasaan, pemerintah berharap gerakan literasi di Banjarmasin mampu berkembang menjadi budaya yang mengakar, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan