Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinHEADLINE

DLH Banjarmasin Kebut Perbaikan TPA Basirih, IPAL Jadi Kunci Akhir

×

DLH Banjarmasin Kebut Perbaikan TPA Basirih, IPAL Jadi Kunci Akhir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260428 WA0057
SAMPAH - Timbunan sampah di TPA Basirih yang kini terus dibenahi agar bisa beroperasi kembali. (Kalimantanpost.com/nugie).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin terus mempercepat pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih. Dari total 22 poin evaluasi yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kini hanya tersisa satu poin yang belum terpenuhi.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Ichrome Muftezar, mengungkapkan, poin terakhir tersebut berkaitan dengan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL). Menurutnya, aspek ini menjadi krusial karena menyangkut pengelolaan limbah cair dari timbunan sampah.

Kalimantan Post

“Saat ini saya sudah lakukan komunikasi dengan PUPR terkait penyusunan DED kapasitas IPAL di TPA,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) menjadi tahap awal sebelum masuk ke pekerjaan fisik di lapangan. Jika dokumen tersebut rampung, maka peningkatan kapasitas IPAL bisa segera direalisasikan.

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pemenuhan seluruh standar yang diminta kementerian, agar operasional TPA Basirih ke depan tidak lagi menggunakan pola lama.

Sebelumnya, DLH juga telah menuntaskan salah satu poin penting, yakni penutupan seluruh bukaan landfill. Proses ini disebut sudah mencapai 100 persen dan telah dilaporkan secara bertahap kepada pihak kementerian.

“Kami sudah laporkan beberapa kali melalui zoom dengan kementerian bahwa semua landfill sudah tertutup sepenuhnya,” jelasnya.

Dengan hampir seluruh poin terpenuhi, arah pengelolaan TPA Basirih pun mulai bergeser. Lokasi tersebut tidak lagi difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir seperti sebelumnya.

Sebaliknya, TPA Basirih akan dikembangkan menjadi pusat pengelolaan sampah yang lebih modern. Skema yang disiapkan mencakup pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas sekitar 150 ton per hari.

Selain itu, opsi lain yang tengah dipertimbangkan adalah penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Renovasi Jembatan 1 Juli Kelayan Dimulai, Program Presisi Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Warga

“Pilihan kami apakah melalui TPST atau PSEL, karena PSEL Aglomerasi Banjarmasin Raya sudah masuk ke kementerian, kami harap prosesnya berjalan lancar,” tuturnya.

Rencana pengembangan PSEL sendiri telah diperkuat melalui kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini melibatkan beberapa daerah, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.

Dengan kolaborasi lintas daerah tersebut, diharapkan sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

DLH optimis, jika seluruh tahapan ini rampung, maka TPA Basirih tidak lagi menjadi sumber persoalan lingkungan, melainkan bertransformasi menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah modern di Banjarmasin. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan