Pelaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui optimalisasi sinkronisasi data lintas sektoral.
Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Ruang Barakat, Sekretariat Daerah Tala, Senin (27/4/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Masturi, tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskumdag), Inspektorat, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfostasan).
Dalam arahannya, Masturi menekankan bahwa efektivitas intervensi pasar sangat bergantung pada validitas data.
Ia menginstruksikan penghapusan ego sektoral dalam pengelolaan informasi agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan responsif terhadap dinamika harga di lapangan.
“Integrasi sistem informasi yang dikelola oleh Diskominfostasan menjadi krusial. Kami menargetkan adanya konektivitas antara aplikasi Wasinflasi, SP2KP, serta sistem dari Badan Pangan Nasional (Bapanas),” ujar Masturi.
Dalam menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut secara konsisten mengacu pada empat pilar utama, yang mencakup jaminan keterjangkauan harga melalui pemantauan fluktuasi secara berkala.
Kepastian ketersediaan pasokan di tingkat distributor hingga pengecer, optimalisasi kelancaran distribusi guna meminimalisir hambatan logistik, serta penguatan komunikasi efektif melalui integrasi data terpadu
Melalui sinkronisasi data secara real-time, Pemkab Tala berupaya membangun sistem deteksi dini (early warning system) untuk memitigasi lonjakan harga komoditas pokok.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir tumpang tindih informasi yang selama ini menghambat pengambilan keputusan strategis.
Dengan dukungan infrastruktur digital yang mumpuni, stabilitas ekonomi di Bumi Tuntung Pandang diharapkan tetap terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan konsumen di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. (rzk/K-6)















