Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hulu Sungai Selatan

Guru SD Dibimbing Gunakan Koding, AI dan Pendampingan ABK

×

Guru SD Dibimbing Gunakan Koding, AI dan Pendampingan ABK

Sebarkan artikel ini
Hal 12 HSS 1 3 klm 2
PEMBUKAAN - Bupati HSS Syafrudin Noor membuka pelatihan koding dan AI bagi guru SD, sekaligus Bimtek guru pendamping khusus SD. (KP/Ist)

Kandangan, KP – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafrudin Noor, membuka kegiatan pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI) level 1 bagi guru sekolah dasar, sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Pendamping Khusus SD, Senin (4/5/2026) di Hotel Novotel, Banjarbaru. 

Kegiatan diselenggarakan 4 sampai 7 Mei 2026, dalam upaya mendorong transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat layanan pendidikan inklusif di daerah.

Kalimantan Post

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS Ronaldy Prana Putra menjelaskan, Bimtek Guru Pendamping Khusus SD diikuti 40 guru dari sekolah inklusi, serta Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Level 1 diikuti oleh 33 guru perwakilan dari 11 kecamatan.

“Saat ini terdapat 74 sekolah di Kabupaten HSS yang telah melayani peserta didik berkebutuhan khusus (ABK), sehingga peningkatan kompetensi guru pendamping menjadi kebutuhan penting, guna menghadirkan layanan pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan,” terang Ronaldy. 

Sementara Bupati HSS Syafrudin Noor menegaskan, pesatnya perkembangan teknologi menuntut kesiapan semua pihak, terutama para guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan.

“Kita semua menyadari bahwa dunia bergerak sangat cepat. Teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial bukan lagi sesuatu yang jauh, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan,” ujarnya. 

Dijelaskannya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir logis, sistematis, kreatif, dan solutif.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah dan manfaatnya adalah manusia. Karena itu, guru harus mampu mengarahkan siswa agar tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga bijak, beretika, dan berkarakter dalam memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Bupati menuturkan, pentingnya pendidikan inklusif sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa terkecuali.

Baca Juga :  KONI HSS 2026-2030 Dilantik

“Pelaksanaan Bimtek Guru Pendamping Khusus ini menunjukkan komitmen kita bahwa pendidikan harus inklusif. Peran guru pendamping sangat mulia dan penuh tantangan. Namun, saya yakin dari tangan para guru inilah akan lahir potensi-potensi luar biasa,” tambahnya.

Bupati Syafrudin mengajak seluruh pemangku kepentingan, untuk terus bersinergi dalam membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.

“Mari kita bergandengan tangan, mempersiapkan generasi yang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku teknologi, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri,” pungkasnya. (tor/K-6)

Iklan
Iklan