Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Sempat Langka, Gubernur Kalteng Minta Pengecer BBM Pedalaman Dilegalkan.

×

Sempat Langka, Gubernur Kalteng Minta Pengecer BBM Pedalaman Dilegalkan.

Sebarkan artikel ini
IMG 20260511 WA0023
KOORDINASI - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat berkoordinasi dengan Pertamina dan Forkopimda terkait antrean panjang BBM. (Kalimantanpost.com/repro humas Kalteng).

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com -BMenanggapi kondisi antrean panjang distribusi BBM yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya, Gubernur Kalteng bersama jajaran Forkopimda bergerak cepat melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga.

​Gubernur Kalteng mengatakan, langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mengajukan beberapa usulan strategis yang langsung direspon oleh pihak Pertamina.

Kalimantan Post

​”Harapan kami hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kami mengusulkan kepastian pasokan, membuka SPBU di area tertentu untuk beroperasi 24 jam, serta menambah personel pelayanan di lapangan agar lebih berimbang,” ujar Gubernur, Sabtu (9/5/2026) malam.

​Dia juga menyoroti kondisi geografis Kalteng yang luas dan mengusulkan adanya kajian untuk melegalkan pengecer sebagai solusi distribusi di wilayah yang sulit terjangkau.

Sementara itu, ​Pertamina menjamin stok melimpah. ​Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menegaskan, stok BBM untuk wilayah Kalteng saat ini dalam kondisi sangat aman.

Saat ini, stok Pertamax tersedia hingga kisaran 1,17 juta liter dan pasokan juga didukung dari Kalsel sebagai alternatif tambahan.

​”Kondisi di Palangka Raya beberapa hari terakhir dipicu oleh tingginya permintaan produk Pertamax non-subsidi,” jelas Isfahadi.

“Kami berkomitmen mengaktifkan SPBU 24 jam dan menyiagakan terminal di Pulang Pisau serta mengkoordinir armada tambahan dari daerah sekitar,” tambahnya.

​Saat ini, lanjut dia, di Palangka Raya terdapat 17 SPBU yang beroperasi, dan Pertamina mendorong penambahan titik yang melayani 24 jam guna mengurai antrean.

Hingga kemarin sore, pantauan di lapangan menunjukkan antrean di beberapa SPBU sudah mulai melandai.

​Dari sisi keamanan, Kapolda Kalteng telah menempatkan personel dari Satlantas hingga Sabhara di titik-titik SPBU.

Baca Juga :  Daerah Diminta Aktif Jaga Harga, Kalteng Bakal Optimalkan Pasar Murah

Kapolda juga memperingatkan oknum tidak bertanggung jawab agar tidak memanfaatkan situasi ini.

​”Kami sudah masuk ke tahap penyidikan bagi pihak yang melanggar. Saya harap masyarakat jangan menimbun dan belilah sesuai kebutuhan,” tegas Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan.

​Senada dengan hal tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

“Upaya Pemda dan Pertamina sudah maksimal. Stok sangat aman, jadi teman-teman media tolong sampaikan ke masyarakat tidak perlu mengejar-ngejar BBM secara berlebihan. Semoga ini menjadi evaluasi agar kedepan tidak terulang lagi,” pungkasnya. (drt/ist/KPO-4).

Iklan
Iklan