BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – PSSI tampaknya tidak terlalu peduli dengan regulasi, terkait penentuan untuk syarat lolos ke Liga 4 putaran 64 nasional yang akan digulir mulai 30 Mei 2026 mendatang.
Bahkan, penentuan jatah sekilas suka-suka PSSI, tidak melihat laga yang dimainkan di regional.
Contohnya runner up Liga 4 Kalimantan Selatan, Barabai FC, PSPP Padang Panjang Sumatera Barat dan Energi Bintang Riau United (EBR) dari Pekanbaru, Provinsi Riau yang memainkan banyak laga tapi hanya mendapat jatah satu wakil saja.
“Jatah wakil Kalimantan Selatan yang berlaga Liga 4 putaran 64 besar nasional hanya satu tim saja yakni juara Persemar Martapura,” ujar Sardiani, pelatih Barabai FC, Kamis (14/5/2025).
Akibatnya, Barabai FC yang menjadi runner up di Liga 4 Kalsel akhirnya tak bisa mengikuti dipertandingan 64 besar nasional.
“Kalau kita bandingkan dengan daerah lain, ada salah satu provinsi yang jumlah pesertanya lebih sedikit dan jumlah pertandingnnya pun sangat sedikit, tapi mereka bisa meloloskan dua tim ke nasional,” paparnya.
Selain itu, lanjut Sardiani, mereka hanya pakai format home turnamen tim finalis dan hanya melaksanakan jumlah pertandingan sebanyak enam kali.
Berdasarkan penelusuran Kalimantan Post.com, Papua Tengah hanya diikuti tujuh tim dengan empat laga hingga ke final tapi dapat dua jatah ke tingkat nasional.
“Sedangkan di Kalsel sebanyak 10 tim dan jumlah pertandingan Barabai FC sendiri totalnya ada 14 hingga ke final,” ucap Sardiani
Begitu juga PSPP memainkan 12 laga hingga ke final dan EBR United yang memainkan 12 laga juga tidak lolos ke-64 besar nasional.
“Kami sangat kecewa dan juga bertanya kenapa bisa hanya satu tim saja dari Kalsel yang berlaga 64 besar tingkat nasional,” tandasnya.
PSSI sendiri telah menggelar pertemuan teknik pada Rabu (13/5) lalu dan sudah melakukan pembagian grup. (ful/KPO-3)















