AMERIKA SERIKAT, Kalimantanpost.com – Tuan rumah bersama, Timnas Amerika Serikat mengikuti jejak Australia melangkah ke fase knock out atau 32 besar usai menumbangkan Australia 2-0 dalam pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen, Seattle, Sabtu (20/6/2026) dinihari WIB.
Berkat kemenangan ini, Amerika Serikat memuncaki Grup D dengan poin 6 dari dua kali menang, sedangkan Australia yang memiliki poin 3 dari sekali menang dan satu kali kalah masih berpeluang lolos ke-32 besar asalkan dalam pertandingan terakhir bisa mengalahkan Turki.
Dikutip dari laman FIFA, Amerika Serikat belum pernah memenangkan dua pertandingan berturut-turut di Piala Dunia sejak edisi perdana pada tahun 1930. Tim asuhan Mauricio Pochettino kini telah memperbaiki hal itu – dan melakukannya dengan cara yang sangat menarik dan penuh energi.
Yang lebih mengesankan dari hasil tersebut adalah kemenangan itu diraih tanpa pemain bintang Christian Pulisic, yang absen karena cedera betis.
Amerika Serikat unggul untuk kedua kalinya melalui gol bunuh diri. Folarin Balogun menjadi kreatornya dengan serangan cepat ke dalam kotak penalti dari sisi kiri dan umpan silangnya yang rendah dibelokkan ke gawang sendiri oleh Cameron Burgess pada menit 11.
Tim Stars and Stripes mencetak gol kedua pada menit ke-43 ketika sebuah defleksi mengirimkan tembakan Sergino Dest dari tepi kotak penalti melambung ke arah gawang. Saat bola jatuh di kotak enam yard, Alex Freeman, putra seorang pahlawan Super Bowl , menyundul bola ke sana mendahului kiper Patrick Beach untuk mencetak gol.
Balogun mungkin bisa menambah gol ketiga, tetapi Alessandro Circati melakukan penyelamatan penting. Namun bagi tuan rumah yang tak terbendung, dua gol di babak pertama itu sudah lebih dari cukup untuk mengamankan clean sheet pertama mereka dalam sepuluh pertandingan.
Balogun mungkin bisa menambah gol ketiga, tetapi Alessandro Circati melakukan penyelamatan penting. Namun bagi tuan rumah yang tak terbendung, dua gol di babak pertama itu sudah lebih dari cukup untuk mengamankan clean sheet pertama mereka dalam sepuluh pertandingan.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengatakan laga melawan Australia merupakan pertandingan yang fantastis, babak pertama yang sangat bagus.
“Saya pikir kami mendominasi pertandingan. Ketika undian [dilakukan] pada bulan Desember, saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Saya sangat senang untuk para penggemar. Mustahil bagi Christian Pulisic untuk bermain, tetapi jika kita ingin memenangkan kompetisi, kita membutuhkan seluruh tim,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Australia, Tony Popovic mengungkapkan dirinya tidak tahu apakah itu karena suasana pertandingan, tetapi kami terlihat lesu, kaki terasa berat. Mereka lebih cepat, lebih bertenaga, mereka memenangkan setiap duel, setiap bola kedua, dan ketika melakukan itu, sangat sulit untuk mendapatkan momentum, lalu kami kebobolan dua gol mudah.
“Saya pikir reaksi di babak kedua sangat luar biasa. Menghadapi] kebisingan di sini (melawan) negara tuan rumah, saya pikir para pemain menunjukkan betapa bagusnya mereka di babak kedua,” pungkasnya. (ful/KPO-3)















