Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

ULM Dorong Modernisasi Pengrajin Batu Mulia Cempaka melalui Workshop Teknologi, Digitalisasi, dan Legalitas Usaha

×

ULM Dorong Modernisasi Pengrajin Batu Mulia Cempaka melalui Workshop Teknologi, Digitalisasi, dan Legalitas Usaha

Sebarkan artikel ini
IMG 20260623 WA0019 1

BANJARBARU, kalimantanpost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Workshop 1 Program Akselerasi Pemberdayaan Pengrajin Batu Mulia Cempaka di Gedung Pusat Informasi Geopark Meratus, Pumpung Cempaka, pada 17 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dari Pokdarwis Trisakti Pumpung Cempaka yang sekaligus menjadi mitra dalam program pengabdian. Workshop tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh DRTPM Kemdiktisaintek Tahun 2026 melalui platform BIMA.

Kalimantan Post
804820

Tim pengabdian ULM terdiri dari tiga dosen lintas disiplin, yaitu dari Program Studi Teknik Pertambangan, Program Studi Administrasi Publik, dan Program Studi Hukum. Kolaborasi lintas bidang ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pengrajin batu mulia Cempaka, mulai dari peningkatan kualitas produksi, penguatan tata kelola usaha, pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas usaha.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Ir. Ahmad Ali Syafi’i, S.T., M.T., IPP., dosen Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik ULM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan industri batu mulia Cempaka perlu dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, peningkatan kualitas produk tidak cukup hanya bertumpu pada keterampilan pengrajin, tetapi juga harus didukung teknologi produksi yang lebih presisi, manajemen usaha yang tertata, pemasaran berbasis digital, serta legalitas usaha yang kuat.

“Batu mulia Cempaka memiliki potensi besar sebagai produk unggulan daerah. Karena itu, pengrajin perlu didukung agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, memiliki identitas usaha yang jelas, dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pokdarwis Trisakti Pumpung Cempaka, Ruslan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lambung Mangkurat atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya pengrajin batu mulia di kawasan Pumpung Cempaka.

Baca Juga :  Pemko Dukung Nobar Piala Dunia, Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Ruslan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota Pokdarwis dan pengrajin, terutama dalam meningkatkan keterampilan, memperbaiki proses produksi, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal berbasis kerajinan batu mulia.

Pada sesi workshop, peserta memperoleh materi dari tiga narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Ir. Ahmad Ali Syafi’i, S.T., M.T., IPP. yang membahas modernisasi teknologi faceting, diversifikasi produk hasil samping batuan, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Materi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pemotongan, pembentukan, dan pemolesan batu mulia agar produk yang dihasilkan lebih presisi, aman, dan bernilai jual lebih tinggi.

804818

Materi kedua disampaikan oleh Anjani, S.A.P., M.A.P., dosen Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ULM. Ia memberikan pemahaman mengenai digitalisasi tata kelola usaha, pencatatan administrasi, pengelolaan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran digital. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan penjualan produk batu mulia.

804824

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Arisandy Mursalin, S.H., M.H., dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum ULM. Ia memberikan pendampingan mengenai legalitas usaha, termasuk pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha. Legalitas ini dinilai penting agar pengrajin memiliki perlindungan hukum, akses pembinaan, serta peluang mendapatkan dukungan pembiayaan maupun program pemerintah.

Selain menerima materi, peserta juga mengikuti praktik penggunaan peralatan faceting. Praktik ini meliputi proses pemotongan, pembentukan, dan pemolesan batu mulia. Melalui sesi praktik, peserta dapat langsung memahami teknik pengoperasian alat, standar kualitas hasil pengolahan, serta cara kerja yang lebih aman dan efisien.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mitra, tim pengabdian ULM menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada Pokdarwis Trisakti Pumpung Cempaka. Bantuan tersebut terdiri dari 5 unit alat potong dan poles batu mulia serta 1 unit alat cutting custom.

Baca Juga :  DPRD Banjarbaru Mulai Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
804769

Bantuan peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, dan mempercepat proses pengolahan batu mulia di tingkat pengrajin. Selain itu, pengenalan teknologi produksi yang lebih modern juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan produk batu mulia Cempaka yang lebih kompetitif.

Kegiatan Workshop 1 ini menjadi awal dari rangkaian program pendampingan yang akan terus berlanjut. Tahapan berikutnya akan dilaksanakan melalui Workshop 2 dengan tema Transformasi Digital dan Solusi Legalitas Pemasaran.

Melalui program ini, ULM berharap pengrajin batu mulia Cempaka dapat semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan di era ekonomi digital.

Iklan
Iklan