Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Belgia Harus Berhati-hati Hadapi Senegal

×

Belgia Harus Berhati-hati Hadapi Senegal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260701 WA0050 e1782903251332
Grafik ilustrasi pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia melawan Senegal yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) waktu setempat. (Antara)

AMERIKA SERIKAT, Kalimantanpost.com – Belgia harus berhati-hati terhadap Senegal dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (2/72026) pukul 03.00 WIB, walau tim Afrika itu dikalahkan dua tim Eropa, Perancis dan Norwegia, dalam fase grup.

Senegal adalah juara Piala Afrika 2026 sebelum predikat itu diserahkan kepada Maroko akibat walk out dalam final Piala Afrika 2026 itu.

Kalimantan Post

Namun, bukan hal itu yang harus diperhitungkan Belgia, melainkan pertandingan mereka melawan Mesir pada fase grup lalu. Tim asuhan Rudi Garcia itu nyaris kalah jika bek kanan Mesir Mohamed Hany tak membuat gol bunuh diri yang memupus keunggulan Mesir dari gol Emam Ashour.

Padahal lima bulan lalu, Mesir dikalahkan Senegal dalam semifinal Piala Afrika pada 14 Januari 2026. Kala itu, Mesir dikurung dan diberondong degan sebelas tembakan ketika Mesir hanya bisa membuat empat tembakan dan cuma 35 persen penguasaan bola. Hasilnya, Mesir tumbang 0-1.

Walau gawangnya enam kali jebol saat dikalahkan Perancis 1-3 dan Norwegia 2-3, Senegal bertarung heroik. Mereka lalu bangkit menelan Irak 5-0.

Daya tahan, disiplin, dan semangat juang tinggi membuat Senegal keluar dari lubang jarum di Grup I, sama dengan saat mengalahkan Mesir 1-0 dalam semifinal Piala Afrika 2026 pada 14 Januari.

Bahkan ketika dikalahkan Norwegia 2-3, Singa Teranga unggul dalam penguasaan bola dan peluang.

Kualitas lawan-lawan Senegal selama fase grup juga lebih tinggi dari pada lawan-lawan Belgia pada fase yang sama. Perancis dan Norwegia yang mengalahkan Senegal, tentunya lebih kuat daripada Mesir dan Iran yang mengimbangi Belgia.

Perancis dan Norwegia sudah lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Swedia dan Pantai Gading dalam 32 besar.

Namun Belgia nampaknya akan membuktikan diri lebih baik daripada Senegal, seperti terlihat pada peringkat FIFA; Belgia 10, Senegal 18.

Dengan mengesampingkan kualitas lawan-lawannya selama fase grup, Belgia memang lebih baik di hampir semua parameter. Mereka mencetak 8 gol ketika Senegal membuat 6 gol.

Belgia juga menciptakan peluang gol lebih banyak, 73 berbanding 49. Setan Merah juga lebih aktif dalam mengirim umpan silang, 75 berbanding 63.

Riwayat Bagus Belgia

Baca Juga :  Penampilan Gemilang Pesilat Muda Kalsel, Raih 6 Emas dan 1 Perak di Kejurnas Piala Presiden

Pasukan Rudi Garcia juga lebih aktif dalam membuat sentuhan di sepertiga terakhirnya, yakni 224 melawan 190 yang dicatat Singa Teranga.

Belgia lebih kreatif dalam menciptakan ruang yang membuat bola terus dalam penguasaan mereka; 1.315 melawan 1.066 pada Senegal.

Namun, Belgia tetap harus waspada dan dituntut menjinakkan pemain-pemain Singa Terangan yang paling menonjol, di antaranya gelandang bertahan Idrissa Gueye yang menjadi pemain Senegal teraktif mengumpan dan melewati hadangan lawan.

Dengan 223 umpan dan 80 upaya melewati lawan yang 64 di antaranya efektif, Gueya mengungguli kinerja bek tengah Belgia Brandon Mechele.

Dua pemain Senegal lain yang wajib diperlakukan khusus adalah Ismaila Sarr dan kapten mereka yang mantan bintang Liverpool, Sadio Mane.

Sarr adalah pencetak gol terbanyak Senegal dengan tiga gol, satu gol lebih banyak dari Leandro Trossard yang sementara menjadi pencetak gol terbanyak Belgia pada Piala Dunia 2026.

Sarr juga hanya kalah aktif dari Kevin de Bruyne, dalam menciptakan peluang gol. Sarr 12 peluang, de Bruyne 16 peluang.

De Bruyne sendiri akan adu aktif mengumpan dan membuka ruang dengan Sadio Mane, yang menjadi pemain Senegal teraktif di kedua aspek ini dengan 15 umpan silang dan 124 kali membuka ruang.

Tapi angka Mane masih kalah dari de Bruyne, yang memiliki catatan 18 dan 175 di kedua aspek itu. Mane juga tipis di bawah Trossard dalam frekuensi menerima umpan; 68 berbanding 65.

Angka-angka itu mengindikasikan Belgia akan menghadapi pertandingan yang sama ketat dengan saat diimbangi Mesir 1-1 pada fase grup.

Meski demikian, Belgia bisa percaya diri berkat catatan apik melawan wakil-wakil Afrika. Dari enam pertemuan di Piala Dunia, Belgia hanya sekali kalah, yakni 0-2 dari Maroko pada fase grup Piala Dunia 2022. Selebihnya, mereka mampu menghindari kekalahan.

Sebaliknya, Senegal dikalahkan tim-tim Eropa dalam empat edisi terakhir Piala Dunia, yakni Belanda dan Inggris pada Piala Dunia 2022, Prancis dan Norwegia pada Piala Dunia 2026.

Pertandingan-pertandingan itu bisa menjadi rujukan karena sebelum ini Setan Merah dan Singa Teranga tak pernah bertemu dalam kompetisi apa pun.

Akan Sengit Sekali

Kini, kedua tim dituntut untuk tak melakukan kesalahan sekecil apa pun.

Baca Juga :  Jepang Versus Swedia, Laga Penentu untuk Lolos ke Fase Gugur

Belgia harus lebih klinis lagi dalam mengelola peluang-peluangnya setelah hanya mengonversi 73 peluangnya menjadi cuma lima gol dan satu gol bunuh diri.

Sebaliknya, Senegal harus membenahi organisasi pertahanannya, apalagi jika melihat peluang gol yang tercipta, Belgia jauh lebih berbahaya dari pada Prancis dan Norwegia yang mengalahkan Senegal di fase grup.

73 peluang yang dibuat Belgia selama fase grup, hampir sama dengan gabungan peluang Prancis dan Norwegia selama fase grup itu, 74 peluang.

Belgia juga baru kebobolan dua kali ketika Senegal sudah enam kali kebobolan. Artinya, kemungkinan gawang Senegal untuk dibobol Belgia, lebih besar dari pada kemungkinan Singa Teranga membobol gawang Setan Merah.

Kedua tim pastinya tahu angka-angka ini yang bisa menjadi acuan dalam bagaimana memperlakukan laga Kamis dini hari esok itu.

Mereka sudah siap menurunkan kekuatan penuh untuk all-out memenangkan pertandingan yang kemungkinan berjalan sangat sengit ini.

Belgia akan tetap bermain dalam pola 4-2-3-1, di mana kapten Youri Tielemans tak tergantikan di jantung permainan, dengan pasangan Amadou Onana, Nicolas Raskin, atau Hans Vanaken.

Rudi Garcia cenderung menurunkan kuartet serangan di mana Jeremy Doku, de Bruyne, dan Trossard menjadi trio yang menyangga ujung tombak.

Kali ini ujung tombak akan diperankan Romelu Lukaku setelah striker Napoli ini mencetak gol kala mengalahkan Selandia Baru.

Sebaliknya, pelatih Pape Thiaw dipusingkan oleh masalah di lini belakang setelah kiper Edouard Mendy mengalami cedera lutut saat menghadapi Norwegia. Selain Mendy, seluruh pemain siap diturunkan, termasuk Ismaila Sarr yang akan menjadi tumpuan di lini depan serta Sadio Mane, yang diharapkan menyuntikkan pengalaman dan ketenangan berkat jam terbangnya di level tertinggi.

Jika pertandingan ini harus ditentukan oleh adu penalti, Senegal memiliki kemungkinan menang lebih besar karena memiliki pengalaman lebih segar ketika memenangkan adu penalti melawan Sudan dalam perebutan tempat ketiga Piala Afrika 2025 pada 29 Agustus.

Belgia juga memiliki catatan bagus dalam adu penalti. Masalahnya itu sudah lama sekali, ketika mereka menang 5-4 dalam adu penalti melawan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 1986. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan