Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Persoalan Sampah Jadi Tantangan, Ananda Ajak Pemuda Beraksi Lewat Inovasi

×

Persoalan Sampah Jadi Tantangan, Ananda Ajak Pemuda Beraksi Lewat Inovasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260702 WA0039 scaled
SOSIALISASI - Pemkot Melalui Disbudporapar Menggelar Sosialisasi Peningkatan Kepedulian Pemuda yang dilaksanakan di Aula Khatib Dayan Kota Banjarmasin, Kamis (02/07/2026). (Kalimantanpost.com/Repro Humas)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kepedulian Pemuda bertajuk “Redesign Ecocreative: Melalui Kreativitas dan Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan”, di Aula Khatib Dayan, Kamis (02/07/2026).

Kalimantan Post

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin itu dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda. Turut hadir Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rickval Fachruri sebagai narasumber, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Gusti Ikromi, serta sekitar 100 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan, komunitas, hingga masyarakat umum.

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Banjarmasin ingin membangun kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi berbasis teknologi digital sebagai solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi kota.

Usai membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah, termasuk masalah persampahan, tidak bisa diselesaikan sendiri tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

“Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rickval Fachruri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian pemuda terhadap lingkungan, pemuda Kota Banjarmasin kami tantang untuk ikut menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi bersama, yaitu masalah sampah,” ujarnya.

Ananda juga mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya dibarengi dengan kontribusi nyata. Ia berharap para pemuda tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan serta inovasi yang dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan.

Baca Juga :  Dari Runner-up ke Juara Umum, Kota Banjarmasin Tunjukkan Dominasi di MTQ Kalsel 2026

“Jangan hanya bisa menyampaikan kritik bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin belum mampu menyelesaikan persoalan sampah, pemuda adalah bagian dari masyarakat Kota Banjarmasin, sehingga kami berharap mereka juga memberikan sumbangsih pemikiran, inovasi, dan kreativitas untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ananda berharap berbagai ide yang lahir dari kalangan pemuda mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari upaya pengurangan sampah, proses pengelolaan, hingga pemanfaatan kembali limbah menjadi sesuatu yang bernilai. Menurutnya, keterlibatan pemuda merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Banjarmasin yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk workshop agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh bekal untuk mengembangkan berbagai inovasi yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

“Hari ini kami kembali melaksanakan workshop bertajuk Redesign Ecocreative, melalui kegiatan ini kami memberikan pelatihan kepada para pemuda agar mampu berkolaborasi bersama pemerintah dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah,” jelasnya.

Ikromi mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 100 pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Banjarmasin dengan organisasi kepemudaan Perspektif, sehingga dapat terlaksana dengan melibatkan lebih banyak anak muda.

“Pesertanya berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pemuda umum yang mendaftar melalui media sosial, kegiatan ini juga merupakan inisiatif Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan Perspektif sehingga dapat terlaksana pada hari ini,” ungkapnya.

Menurut Ikromi, salah satu tujuan utama workshop tersebut adalah mengubah cara pandang masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sampah. Selama ini sampah kerap dianggap tidak memiliki nilai, padahal apabila dikelola dengan baik dapat menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.

Baca Juga :  Sekda Hadiri Peluncuran Layanan Devisa Bank Kalsel

“Fokus kita hari ini adalah bagaimana pengelolaan sampah yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki nilai ekonomi, kami tidak membatasi peserta harus sudah memiliki usaha atau belum, yang terpenting adalah mereka memiliki kemauan untuk berkolaborasi bersama pemerintah dalam kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Melalui workshop tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap lahir lebih banyak gagasan kreatif dari generasi muda yang dapat diterapkan dalam pengelolaan lingkungan. Sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat diyakini menjadi modal penting untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Banjarmasin sebagai kota yang bersih, maju, dan sejahtera. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan