BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Selain Jerman dan Belanda yang disingkirkan Paraguay dan Maroko, setelah itu tak ada lagi kejutan yang berarti. Tim-tim underdog seperti Tanjung Verde, Senegal, Jepang dan Australia hanya membikin kesulitan saja di babak 16 besar.
Misalnya, Tanjung Verde harus membuat juara bertahan Argentina harus bermain 120 menit mengalahkannya dengan skor 3-2. Begitu juga Spanyol sempat tertinggal 0-2 sebelum berbalik mengalahkan Senegal 3-2 di babak 32 besar.
Terlepas itu semua, pertandingan di babak 16 besar lebih seru dan sengit lagi, karena beberapa tim unggulan sudah bentrok lebih awal.
Dua calon juara, Portugal dan Spanyol sudah saling menjatuhkan di babak 16 besar yang berlangsung Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Portugal melaju secara dramatis setelah menundukkan Kroasia 2-1 melalui gol penentu Goncalo Ramos di perpanjangan waktu. Sementara itu, Spanyol tampil perkasa menghancurkan Austria 3-0 dan melangkah ke Texas dengan catatan pertahanan sempurna yang belum kebobolan satu gol pun.
Laga ini sekaligus menjadi duel antara bintang veteran Portugal Cristiano Ronaldo menghadapi talenta muda Spanyol Lamine Yamal.
Selain itu, kedua tim datang dengan label juara Eropa. Spanyol menyandang status juara bertahan Piala Eropa pada tahun 2024, sedangkan Portugal berstatus juara bertahan UEFA Nations League 2025. Gelar tersebut diraih setelah mengalahkan Spanyol melalui adu penalti di partai final.
Dengan modal itu, pertandingan diprediksi berlangsung sengit. Portugal maupun Spanyol sama-sama memiliki kualitas untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
Portugal dan Spanyol sudah dua kali bersua di panggung Piala Dunia. Dari dua pertemuan itu, Spanyol belum pernah kalah.
Spanyol menang 1-0 pada Piala Dunia 2010. Keduanya kemudian berbagi angka 3-3 di fase grup Piala Dunia 2018.
Tak kalah serunya laga babak 16 besar antara Brazil melawan Norwegia yang berlangsung Senin (6/7) pukul 03.00 WIB
Brazil yang meraih juara dunia lima kali, justru memiliki catatan yang kurang baik saat bertemu Norwegia. Tim berjuluk Selecao belum pernah meraih kemenangan atas negara Skandinavia tersebut dalam empat pertemuan internasional.
Di empat kali pertemuan, Brazil dua kali kalah dan dua kali imbang. Di laga persahabatan pada 28 Juli 1988, kedua tim bermain imbang 1-1.
Namun, di laga persahabatan pada 30 Mei 1997, Norwegia menghajar Brazil 4-2.
Pertemuan paling dikenang terjadi pada fase grup Piala Dunia 1998 di Perancis, tepatnya 23 Juni. Saat itu Brazil yang diperkuat Ronaldo Nazário kalah 1-2 dari Norwegia setelah gol penalti Kjetil Rekdal di menit-menit akhir memastikan kemenangan tim Skandinavia. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Sejak kemenangan bersejarah itu, kedua tim hanya sekali bertemu lagi, yakni dalam laga persahabatan tahun 2006 yang berakhir imbang 1-1. Hingga kini, Norwegia tetap menjadi salah satu dari sedikit tim nasional yang belum pernah dikalahkan Brasil dalam laga senior internasional.
Brazil sendiri kembali lolos setelah menyingkirkan Jepang 2-1 di 32 besar, sedangkan Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1 berkat gol Antonio Nusa dan Erling Haaland. Laga ini memberi Brasil kesempatan untuk mengakhiri rekor buruk mereka melawan Norwegia sekaligus membalas kekalahan bersejarah di Piala Dunia 1998.
Namun, bagi untuk Brazil mengalahkan Norwegia bukan perkara mudah, karena dengan dimotori striker haus golnya Erling Haaland bakal menyulitkan tim Samba.
Juga ada partai seru lainnya antara tuan rumah Meksiko melawan Inggris Senin (6/7) pukul 07.00 WIB.
Lalu, tuan rumah Kanada akan menghadapi Kuda Hitam Maroko pada Minggu (5/7) pukul 01.00 Wita.
Bagi Maroko keberhasilan menempati peringkat keempat Piala Dunia dan di babak 32 berhasil menumbangkan salah satu tim favorit juara Belanda melalui drama adu penalti 3-2 menjadi modal utama untuk mengalahkan Kanada sekaligus mengulang mimpi indah empat tahun lalu.
Sementara itu, Perancis dengan materi pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan Dembele diprediksikan akan lebih mudah mengatasi Paraguay pada Minggu (5/7) pukul 03.00 WIB.
Namun, Perancis harus waspada dengan serangan balik cepat Paraguay dan harus berkaca kekalahan Jerman agar tak terulang.
Begitu juga Argentina tak akan kesulitan mengatasi Mesir hari Rabu (7/7) pukul 23.00 WIB. Apalagi, Lionel Messi dan kawan-kawan sudah mendapat pengalaman ‘berharga’ saat nyaris disingkir tim tak terkenal Tanjung Verde sebelum akhirnya menang 3-2 di babak 32.
Argentina akan lebih impresif lagi saat jumpa wakil Afrika lainnya Mesir dalam pertandingan nanti.
Masih ada laga 16 besar lainnya tak tuan rumah Amerika Serikat melawan Belgia pada Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB serta dan Swiss menghadapi Kolombia pada Rabu (8/7) pukul 03.00 WIB. (ful/KPO-3)















